Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dunia di Ambang Krisis Baru: RI Soroti Serangan AS ke Venezuela sebagai Preseden Berbahaya

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 5 Januari 2026 | 09:26 WIB

 

Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar di Venezuela, diserang oleh serangan Amerika Serikat pada Minggu dini hari
Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar di Venezuela, diserang oleh serangan Amerika Serikat pada Minggu dini hari

RADAR SURABAYA — Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer Amerika Serikat terhadap

Venezuela yang dinilai berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta mengancam stabilitas global.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Indonesia menegaskan bahwa penggunaan kekuatan secara sepihak berisiko melemahkan prinsip kedaulatan negara, diplomasi, dan hukum internasional.

 “Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” tegas Kemlu RI.

Situasi Venezuela: Dari Serangan hingga Krisis Nasional

Situasi di Venezuela memburuk setelah serangan militer Amerika Serikat yang menghantam sejumlah instalasi sipil dan militer, memicu ledakan besar di beberapa wilayah negara itu.

Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan keadaan darurat nasional.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pihaknya melakukan operasi tersebut dan menyatakan berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, yang kemudian dibawa ke Amerika Serikat.

Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara, sementara pemerintah Caracas

mengajukan keberatan ke berbagai organisasi internasional serta meminta digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Analisis Geopolitik: Mengapa Dunia Harus Khawatir?

1. Preseden Intervensi Militer Terbuka

Serangan ini menciptakan contoh berbahaya bahwa kekuatan militer dapat digunakan secara sepihak tanpa mandat internasional yang jelas.

Jika praktik ini dianggap normal, maka kedaulatan negara kecil dan berkembang akan menjadi korban utama.

2. Ancaman Stabilitas Amerika Latin

Konflik ini berpotensi memicu eskalasi regional, mengganggu keseimbangan politik Amerika Latin, serta menghidupkan kembali rivalitas geopolitik lama.

3. Pergeseran Tatanan Global

Kasus Venezuela menandai percepatan pergeseran dunia dari sistem berbasis hukum internasional menuju sistem berbasis kekuatan.

Pergeseran ini membawa risiko serius bagi keamanan global.

4. Posisi Strategis Indonesia

Sikap Indonesia mencerminkan peran pentingnya sebagai penjaga prinsip non-intervensi, diplomasi damai, dan keseimbangan geopolitik di tengah meningkatnya ketegangan dunia.

5. Dampak Jangka Panjang

Eskalasi konflik dapat berdampak langsung pada: stabilitas ekonomi global, harga energi dan komoditas, keamanan perdagangan internasional, serta potensi konflik proksi di berbagai kawasan.

Dunia Butuh Diplomasi, Bukan Senjata

Indonesia menegaskan bahwa solusi damai melalui dialog, hukum internasional, dan perlindungan warga sipil harus menjadi jalan utama penyelesaian konflik.

Tanpa itu, dunia berisiko memasuki era baru ketidakpastian geopolitik yang lebih berbahaya.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pemerintah indonesia #Kemlu RI #Serangan militer Amerika Serikat #stabilitas global #preseden berbahaya #venezuela