RADAR SURABAYA — Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer Amerika Serikat terhadap
Venezuela yang dinilai berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta mengancam stabilitas global.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Indonesia menegaskan bahwa penggunaan kekuatan secara sepihak berisiko melemahkan prinsip kedaulatan negara, diplomasi, dan hukum internasional.
“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” tegas Kemlu RI.
Situasi Venezuela: Dari Serangan hingga Krisis Nasional
Situasi di Venezuela memburuk setelah serangan militer Amerika Serikat yang menghantam sejumlah instalasi sipil dan militer, memicu ledakan besar di beberapa wilayah negara itu.
Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan keadaan darurat nasional.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pihaknya melakukan operasi tersebut dan menyatakan berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, yang kemudian dibawa ke Amerika Serikat.
Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara, sementara pemerintah Caracas
mengajukan keberatan ke berbagai organisasi internasional serta meminta digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB.
Analisis Geopolitik: Mengapa Dunia Harus Khawatir?
1. Preseden Intervensi Militer Terbuka
Serangan ini menciptakan contoh berbahaya bahwa kekuatan militer dapat digunakan secara sepihak tanpa mandat internasional yang jelas.
Jika praktik ini dianggap normal, maka kedaulatan negara kecil dan berkembang akan menjadi korban utama.
2. Ancaman Stabilitas Amerika Latin
Konflik ini berpotensi memicu eskalasi regional, mengganggu keseimbangan politik Amerika Latin, serta menghidupkan kembali rivalitas geopolitik lama.
3. Pergeseran Tatanan Global
Kasus Venezuela menandai percepatan pergeseran dunia dari sistem berbasis hukum internasional menuju sistem berbasis kekuatan.
Pergeseran ini membawa risiko serius bagi keamanan global.
4. Posisi Strategis Indonesia
Sikap Indonesia mencerminkan peran pentingnya sebagai penjaga prinsip non-intervensi, diplomasi damai, dan keseimbangan geopolitik di tengah meningkatnya ketegangan dunia.
5. Dampak Jangka Panjang
Eskalasi konflik dapat berdampak langsung pada: stabilitas ekonomi global, harga energi dan komoditas, keamanan perdagangan internasional, serta potensi konflik proksi di berbagai kawasan.
Dunia Butuh Diplomasi, Bukan Senjata
Indonesia menegaskan bahwa solusi damai melalui dialog, hukum internasional, dan perlindungan warga sipil harus menjadi jalan utama penyelesaian konflik.
Tanpa itu, dunia berisiko memasuki era baru ketidakpastian geopolitik yang lebih berbahaya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan