RADAR SURABAYA - Perayaan Tahun Baru 2026 di Eropa berubah menjadi tragedi. Di Prancis, sebanyak 1.813 mobil dibakar pada malam pergantian tahun, sementara 125 orang ditangkap di Paris. Kerusuhan juga terjadi di Belanda dan Jerman, dengan puluhan petugas terluka.
Situasi di Prancis
Menurut laporan BFMTV, wilayah Bas-Rhin (Strasbourg) mencatat insiden tertinggi dengan 117 mobil terbakar.
Disusul Rhone (Lyon) dengan 82 mobil, serta Gironde dan Val-d’Oise masing-masing 36 mobil. Di wilayah Nord, tercatat 32 mobil terbakar.
Otoritas Prancis mengerahkan 90.000 petugas polisi untuk menjaga ketertiban. Namun sejumlah aparat menjadi sasaran serangan di kota Nimes dan Nanterre.
“Kami menghadapi malam penuh ketegangan. Aparat bekerja keras untuk memastikan keamanan publik,” ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Kejaksaan Paris melaporkan 125 orang ditangkap, termasuk 33 orang atas tuduhan kekerasan, 15 orang karena berpartisipasi dalam kelompok perusuh, dan 10 orang terkait kepemilikan zat psikotropika.
Tradisi pembakaran mobil di malam pergantian tahun sudah lama terjadi di Prancis, terutama di kawasan pinggiran kota dengan tingkat ketegangan sosial tinggi.
Selain tiu dipicu aksi vandalisme oleh kelompok muda, ketidakpuasan sosial, dan tradisi negatif yang sulit diberantas.
Kerusuhan di Belanda dan Jerman
Di Belanda, kerusuhan besar terjadi di distrik Kanaleneiland dan Overvecht, di mana sekelompok anak muda menyerang polisi dengan kembang api. Meriam air digunakan untuk melindungi petugas, dan seorang polisi dilaporkan luka-luka.
Di Jerman, polisi Berlin menahan sekitar 400 orang, dengan lebih dari 20 petugas terluka akibat ledakan petasan.
Di Hamburg, 10 petugas juga mengalami luka-luka, sementara di Leipzig aparat dilempari botol kaca.
Di Belanda dan Jerman, kerusuhan diakibatkan oleh ledakan kembang api dan penggunaan kembang api secara berlebihan.
“Malam Tahun Baru kali ini menjadi ujian besar bagi keamanan publik di Eropa. Aparat harus bekerja ekstra untuk mengendalikan situasi,” ujar pengamat keamanan Eropa. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari