RADAR SURABAYA - Pemerintah Inggris melalui Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) memperbarui saran perjalanan internasional untuk 2026.
Indonesia masuk dalam daftar negara dengan peringatan khusus karena risiko aktivitas gunung berapi yang meningkat.
Mengutip laporan Express, Minggu (28/12/2025), FCDO menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan ke area yang dekat dengan sejumlah gunung api aktif di Indonesia.
Gunung-gunung tersebut antara lain Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sinabung di Sumatra Utara, Marapi di Sumatra Barat, Semeru di Jawa Timur, Ruang di Sulawesi Utara, serta Gunung Ibu di Maluku Utara.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa peringatan ini bersifat spesifik wilayah dan tidak berlaku untuk seluruh Indonesia.
Wisatawan tetap diminta waspada serta memantau perkembangan aktivitas vulkanik sebelum merencanakan perjalanan, terutama ke daerah rawan bencana.
“Kami memperbarui saran perjalanan secara berkala mengikuti situasi di lapangan. Wisatawan diharapkan memeriksa panduan resmi sebelum berangkat agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tulis FCDO dalam pernyataan resminya.
Selain faktor alam, FCDO juga mengingatkan wisatawan untuk memastikan masa berlaku paspor, cakupan asuransi perjalanan, serta mengikuti panduan keselamatan lokal yang dikeluarkan otoritas Indonesia.
Dampak Travel Warning
FCDO menekankan bahwa bepergian ke wilayah yang masuk dalam daftar peringatan resmi dapat berdampak pada perlindungan asuransi perjalanan.
Dalam kondisi tertentu, bantuan konsuler dari Pemerintah Inggris bisa menjadi terbatas apabila terjadi situasi darurat.
Indonesia bukan satu-satunya negara yang masuk daftar travel warning. Inggris juga menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan sama sekali ke negara-negara dengan tingkat risiko tinggi, seperti Afganistan, Belarus, Burkina Faso, Haiti, Iran, Mali, Niger, Rusia, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa pembaruan saran perjalanan dilakukan untuk melindungi warganya, sementara otoritas Indonesia terus mengeluarkan panduan keselamatan bagi wisatawan. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari