RADAR SURABAYA - Malam Natal di berbagai belahan dunia dirayakan dengan cara yang berbeda dan penuh keunikan. Tradisi tersebut lahir dari perpaduan budaya lokal, sejarah panjang, serta kepercayaan masyarakat setempat.
Dari Asia hingga Eropa, setiap negara memiliki cara khas untuk menyambut malam penuh sukacita ini, yang sekaligus memperlihatkan betapa beragamnya ekspresi budaya dalam perayaan keagamaan.
Tradisi Natal yang beragam menunjukkan bagaimana sebuah perayaan universal bisa menyatu dengan identitas masyarakat.
8 Tradisi Malam Natal dari berbagai Negara
1. Jepang – Makan KFC
Di Jepang, malam Natal identik dengan menyantap ayam goreng cepat saji dari KFC. Tradisi ini bermula dari kampanye pemasaran pada 1970-an yang sukses besar.
Kini, masyarakat Jepang bahkan melakukan pemesanan jauh hari sebelum Natal karena tingginya permintaan. Ayam goreng KFC dianggap sebagai simbol kebersamaan keluarga di malam penuh sukacita.
2. Filipina – Festival Lentera Raksasa
Filipina dikenal dengan Giant Lantern Festival di San Fernando, yang digelar menjelang Natal. Lentera berwarna-warni berukuran raksasa melambangkan harapan dan cahaya Kristus.
Festival ini menarik ribuan wisatawan setiap tahun dan menjadi bukti bahwa Natal di Filipina adalah perayaan penuh cahaya dan kebersamaan.
3. Ukraina – Pohon Natal dengan Sarang Laba-Laba
Di Ukraina, pohon Natal dihias dengan ornamen berbentuk sarang laba-laba. Tradisi ini berakar dari legenda rakyat tentang seekor laba-laba yang menolong keluarga miskin dengan menghiasi pohon mereka. Ornamen tersebut dipercaya membawa keberuntungan dan rezeki di tahun baru.
4. Norwegia – Menyembunyikan Sapu
Keluarga di Norwegia memiliki kebiasaan unik: menyembunyikan sapu pada malam Natal. Tradisi ini berasal dari kepercayaan lama bahwa roh jahat atau penyihir akan datang mencari sapu untuk digunakan sebagai alat terbang. Hingga kini, kebiasaan ini masih dilakukan sebagai simbol perlindungan keluarga.
5. India – Pohon Natal Tropis
Di India, umat Kristen menghias pohon tropis seperti pisang atau mangga sebagai pengganti cemara. Selain itu, mereka menyajikan kudapan tradisional kuswar, yang terdiri dari berbagai kue dan manisan khas. Tradisi ini menunjukkan bagaimana Natal beradaptasi dengan iklim tropis dan budaya lokal.
6. Islandia – 13 Santa Claus
Islandia memiliki tradisi Yule Lads, yaitu 13 sosok mirip Santa Claus yang datang bergantian selama 13 malam menjelang Natal. Setiap Yule Lad memiliki karakter unik, ada yang nakal dan ada yang baik hati.
Anak-anak biasanya menaruh sepatu di jendela, dan Yule Lads akan mengisinya dengan hadiah atau kentang busuk, tergantung perilaku anak.
7. Meksiko – Parade Las Posadas
Di Meksiko, masyarakat menggelar parade Las Posadas selama sembilan hari menjelang Natal. Parade ini menggambarkan perjalanan Maria dan Yusuf mencari penginapan sebelum kelahiran Yesus. Tradisi ini diwarnai dengan doa, nyanyian, serta pesta rakyat yang mempererat kebersamaan komunitas.
8. Venezuela – Pergi ke Gereja dengan Sepatu Roda
Di Caracas, Venezuela, umat Kristen pergi ke misa Natal dengan sepatu roda. Jalanan bahkan ditutup khusus untuk tradisi ini, sehingga masyarakat bisa berangkat bersama-sama dengan cara unik. Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat Venezuela dalam merayakan Natal.
Tradisi unik malam Natal di berbagai negara menunjukkan kekayaan budaya dunia. Dari KFC di Jepang hingga misa dengan sepatu roda di Venezuela, setiap tradisi mencerminkan identitas lokal sekaligus memperkaya makna perayaan Natal. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari