RADAR SURABAYA - Penembakan massal kembali mengguncang Afrika Selatan. Sebanyak 9 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam serangan bersenjata di sebuah tavern di Bekkersdal, Johannesburg, Minggu (21/12) dini hari.
Insiden ini menjadi penembakan kedua di bulan Desember, setelah kasus serupa di Pretoria yang menewaskan 12 orang termasuk seorang anak.
Brigadir Brenda Muridili, juru bicara Kepolisian Gauteng, menyebut para korban ditembak secara acak oleh sekelompok pria bersenjata.
“Beberapa korban ditembak secara acak di jalanan oleh pria bersenjata tak dikenal. Kami belum memiliki rincian identitas mereka,” kata Muridili kepada AFP.
Kronologi Penembakan
Menurut laporan resmi, insiden terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari di sebuah bar di KwaNoxolo Tavern, Tambo, Bekkersdal.
Sekitar 12 pelaku datang menggunakan sebuah kombi putih dan sedan perak, lalu melepaskan tembakan ke arah pengunjung sebelum melarikan diri.
Brigadir Athlenda Mathe menegaskan bahwa unit Serious and Violent Crime Investigations bersama Crime Detection Tracing Unit telah meluncurkan operasi besar untuk memburu para pelaku.
“Manhunt sedang berlangsung. Kami akan memastikan para tersangka segera ditangkap,” ujar Mathe.
Awalnya polisi melaporkan 10 korban tewas, namun data terbaru menyebut 9 orang meninggal dunia. Sebagian korban adalah anak-anak dan seorang pengendara yang kebetulan melintas.
Para korban luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Kondisi mereka masih dalam pemantauan tim medis.
Tren Kriminalitas di Afrika Selatan
Afrika Selatan, dengan populasi 63 juta jiwa, dikenal memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.
Data resmi 2025 mencatat rata-rata 63 kasus pembunuhan per hari, dengan lonjakan kasus kekerasan geng dan kejahatan bersenjata.
Penembakan massal di Bekkersdal menambah daftar panjang tragedi kekerasan bersenjata di Afrika Selatan.
Dengan 9 korban tewas, 10 luka-luka, dan 12 tersangka masih buron, polisi kini fokus pada operasi besar untuk menangkap pelaku.
“Kami akan terus bekerja tanpa henti hingga para pelaku ditangkap dan dibawa ke pengadilan,” tegas Mathe. (afp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari