Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

WHO Ungkap Krisis Medis Gaza, Ribuan Pasien Tak Terselamatkan

Nurista Purnamasari • Minggu, 21 Desember 2025 | 01:57 WIB

 

Tenda-tenda pengunsi di kawasan Gaza.
Tenda-tenda pengunsi di kawasan Gaza.

RADAR SURABAYA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.000 pasien di Jalur Gaza meninggal dunia saat menunggu evakuasi medis sejak pertengahan 2024.

Kondisi ini terjadi di tengah pembatasan pergerakan dan runtuhnya sistem layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebutkan sebanyak 1.092 pasien meninggal dunia dalam periode Juli 2024 hingga November 2025.

“Keterlambatan evakuasi medis terus merenggut nyawa. Angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi,” tegas Tedros, Jumat (19/12).

Sejak Oktober 2023, WHO bersama mitra internasional telah memfasilitasi evakuasi lebih dari 10.600 pasien dari Gaza yang menderita kondisi kesehatan serius.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 5.600 pasien adalah anak-anak yang membutuhkan perawatan lanjutan dan tindakan penyelamatan jiwa.

Tedros menyerukan agar lebih banyak negara bersedia menerima pasien dari Gaza serta mendesak pemulihan jalur evakuasi medis ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Serangan Artileri Israel

Sementara itu, pada Jumat (19/12) malam, sedikitnya lima warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan artileri Israel terhadap sebuah sekolah di permukiman Tuffah, Gaza City bagian timur.

Sekolah tersebut digunakan sebagai tempat perlindungan pengungsi dan saat itu warga sipil sedang merayakan pernikahan.

Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, menyebut serangan berulang terhadap sekolah yang berdekatan dengan rumah sakit telah menunda kedatangan tim penyelamat.

“Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak. Serangan terhadap sekolah dan tempat perlindungan warga sipil adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” ujar Basal.

Sumber lokal melaporkan tank-tank Israel terus menembaki kawasan Tuffah, menghalangi ambulans mencapai lokasi selama berjam-jam.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam pernyataan resmi menyebut serangan dilakukan setelah mengidentifikasi “individu mencurigakan” di sebuah struktur komando.

“Tak lama setelah identifikasi, pasukan menembaki individu-individu tersebut untuk menghilangkan ancaman. IDF mengetahui klaim mengenai korban jiwa dan rinciannya sedang ditinjau,” tulis pernyataan IDF.

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk dengan laporan WHO mengenai lebih dari 1.000 pasien meninggal dunia akibat keterlambatan evakuasi medis.

Serangan artileri Israel terhadap sekolah di Gaza City yang menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak, menambah urgensi perlindungan internasional bagi masyarakat Gaza.

“Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk melindungi warga sipil dan memastikan akses evakuasi medis yang aman,” pungkas Tedros Adhanom Ghebreyesus. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#palestina #gaza #Israel #Jalur Gaza #who #Krisis medis di Gaza