Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gara-Gara Ketegangan Politik China-Jepang, Fansigning LE SSERAFIM di Shanghai Dibatalkan

Nurista Purnamasari • Minggu, 14 Desember 2025 | 22:10 WIB

 

Girl band LE SSERAFIM menjadi salah satu dari sekian banyak artis yang membatalkan konser di China.
Girl band LE SSERAFIM menjadi salah satu dari sekian banyak artis yang membatalkan konser di China.

RADAR SURABAYA - Ketegangan politik antara China dan Jepang semakin berdampak pada dunia hiburan. Sejumlah acara musik yang menampilkan artis Jepang dibatalkan di China, termasuk fansigning album grup K-Pop LE SSERAFIM di Shanghai.

Acara yang seharusnya digelar Minggu (14/12), diumumkan batal oleh promotor hanya dua hari sebelum pelaksanaan. Promotor MakeStar menyebut alasan pembatalan karena “force majeure” tanpa penjelasan detail.

“Keputusan yang tidak bisa dihindari, acara ini harus dibatalkan setelah diskusi hati-hati dengan berbagai pihak berwenang yang relevan,” tulis MakeStar dalam pernyataan resminya.

LE SSERAFIM, grup di bawah naungan SOURCE MUSIC dan BIGHIT Labels, memiliki dua member asal Jepang yaitu Sakura dan Kazuha.

Media lokal China menduga pembatalan acara ini berkaitan dengan memanasnya hubungan politik kedua negara.

Dalam beberapa pekan terakhir, acara musik yang menampilkan artis Jepang atau grup K-Pop dengan member Jepang terus mengalami pembatalan.

Sebelumnya, fanmeeting grup JO1 dan konser penyanyi Jepang Maki Ohguro juga dibatalkan di China.

Bahkan, penyanyi legendaris Ayumi Hamasaki harus menerima pembatalan konsernya di Shanghai pada 29 November, hanya sehari sebelum acara. Meski demikian, Ayumi tetap tampil di stadion tanpa penonton.

“Dengan 14.000 kursi kosong, tetapi merasakan begitu banyak cinta dari para asisten pribadi dari seluruh dunia, ini adalah salah satu pertunjukan paling tak terlupakan bagi saya,” tulis Ayumi di akun resminya.

Fenomena penolakan juga terjadi di Jepang terhadap grup K-Pop dengan member asal China. November lalu, warga Jepang membuat petisi di situs Change.org agar grup aespa membatalkan penampilannya di acara akhir tahun Kohaku Uta Gassen karena keberadaan Ningning, member asal China.

Penolakan tersebut bukan hanya karena tensi politik, tetapi juga karena Ningning pernah membuat candaan sensitif terkait Bom Atom Hiroshima.

Pembatalan fansigning LE SSERAFIM di Shanghai menambah daftar panjang acara musik artis Jepang yang dihentikan di China akibat tensi politik.

Situasi ini menunjukkan bagaimana konflik diplomatik dapat berdampak langsung pada industri hiburan lintas negara.

“Sinergi politik dan budaya saat ini membuat industri hiburan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak,” tulis laporan media lokal China. (hot/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ketegangan politik #China #LE SSERAFIM #industri hiburan #jepang