RADAR SURABAYA - Sebuah pesta ulang tahun anak di kota Stockton, California utara, berubah menjadi tragedi berdarah setelah terjadi penembakan massal pada Sabtu (29/11) malam.
Insiden tersebut menewaskan empat orang dan melukai 10 lainnya, termasuk orang dewasa dan anak-anak.
Menurut laporan BBC, penembakan terjadi di sebuah restoran saat acara kumpul keluarga.
Hingga kini, pelaku masih buron dan polisi menduga insiden ini merupakan serangan yang ditargetkan.
Kantor Sheriff wilayah San Joaquin menyebut penembakan terjadi sesaat sebelum pukul 18.00 waktu setempat.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi, rekaman video, atau menyaksikan kejadian untuk segera melapor.
Juru bicara kepolisian, Heather Brent, menggambarkan insiden tersebut sebagai peristiwa yang mengejutkan.
“Ini adalah investigasi yang sangat aktif dan sedang berlangsung, dan informasinya masih terbatas,” ujarnya.
Indikasi awal menunjukkan penembakan kemungkinan merupakan insiden yang ditargetkan. Polisi kini menjajaki semua kemungkinan dalam penyelidikan.
Wali Kota Stockton, Christina Fugazi, mengutuk keras penembakan tersebut. “Keluarga seharusnya berkumpul bersama, alih-alih berada di rumah sakit, berdiri di samping orang yang mereka cintai, berdoa agar mereka selamat,” katanya.
Tragedi penembakan massal di pesta ulang tahun anak di Stockton menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata di Amerika Serikat.
Sepanjang tahun 2025, Amerika Serikat mencatat ratusan kasus penembakan massal. Data menunjukkan Illinois menjadi negara bagian dengan jumlah insiden terbanyak, disusul oleh beberapa negara bagian di wilayah Tenggara AS seperti Florida, Georgia, dan Louisiana.
Menurut laporan yang diterbitkan di jurnal JAMA (2023), terdapat 4.011 insiden penembakan massal di AS dalam periode 2014–2022. (bbc/nur)
Editor : Nurista Purnamasari