RADAR SURABAYA - Situasi keamanan di India dan Pakistan meningkat drastis setelah serangkaian ledakan dalam dua hari terakhir menewaskan sedikitnya 25 orang.
Ketegangan politik dan militer kedua negara membuat kondisi semakin rawan, sehingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi mengeluarkan imbauan resmi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal atau sedang berkunjung ke India.
Imbauan tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram @indonesiainnewdelhi pada Rabu (12/11).
KBRI New Delhi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai merilis tujuh poin panduan, mulai dari meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan, hingga memanfaatkan aplikasi Safe Travel dan layanan darurat yang tersedia.
Dalam imbauannya, KBRI meminta WNI untuk:
- Tidak panik, menghindari kerumunan, dan mengikuti prosedur keselamatan otoritas India.
- Memantau perkembangan situasi melalui media dan menjaga komunikasi antar-WNI lewat grup WhatsApp maupun media sosial KBRI/KJRI.
- Menghindari perjalanan ke wilayah rawan keamanan.
- Menghubungi hotline KBRI New Delhi atau KJRI Mumbai jika menghadapi keadaan darurat.
- Melakukan Lapor Diri melalui situs Peduli WNI bagi yang menetap di India.
- Mengunduh aplikasi Safe Travel dan mengisi data diri bagi pengunjung sementara.
- Memanfaatkan fitur tombol darurat di aplikasi Safe Travel agar KBRI/KJRI dapat segera memberikan bantuan.
Untuk diketahui, ledakan pertama terjadi di dekat Benteng Merah (Red Fort), New Delhi, pada Senin (10/11), menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya.
Sehari kemudian, ledakan bom bunuh diri mengguncang pengadilan Islamabad, Pakistan, menewaskan 12 orang dan melukai 30 lainnya.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menuding India sebagai dalang serangan. Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal membantah keras tuduhanah tersebut.
“India dengan tegas menolak tuduhan tak berdasar yang dibuat pemimpin Pakistan yang jelas-jelas mengigau,” kata Jaiswal, dikutip NDTV.
Seorang pejabat KBRI New Delhi menegaskan bahwa imbauan ini bertujuan melindungi keselamatan WNI di tengah situasi yang tidak menentu.
“Kami meminta seluruh WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera menghubungi segera menghubungi KBRI atau KJRI jika menghadapi keadaan darurat. Keselamatan WNI adalah prioritas utama,” ujarnya.
Kasus ledakan di India dan Pakistan menambah ketegangan politik dan militer kedua negara yang kini berada dalam kondisi siaga perang.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai menekankan pentingnya kewaspadaan WNI.
Dengan imbauan ini, diharapkan WNI dapat lebih siap menghadapi situasi daruratan dan tetap aman di tengah eskalasi konflik kawasan. (ndt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari