RADAR SURABAYA - Kelompok Hamas menyambut baik keputusan Pengadilan Kriminal Perdamaian Istanbul, Turki, yang merilis surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat senior Israel lainnya.
Surat perintah itu dikeluarkan atas tuduhan genosida dan kejahatan kemanusiaan dalam perang Gaza.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut langkah Turki sebagai “tindakan terpuji” yang mencerminkan solidaritas dan ikatan persaudaraan dengan rakyat Palestina.
“Langkah ini menunjukkan posisi tulus rakyat dan kepemimpinan Turki dalam menegakkan keadilan dan kemanusiaan,” demikian pernyataan Hamas yang dikutip dari AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (8/11).
Surat perintah penangkapan yang diumumkan Kantor Kejaksaan Istanbul pada Jumat (7/11) mencakup sejumlah pejabat Israel, di antaranya:
1. Menteri Pertahanan Israel Katz
2. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir
3. Kepala Staf Umum Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir
4. Komandan Angkatan Laut Israel David Saar Salama
Dalam pernyataannya, Kejaksaan Istanbul menegaskan bahwa tindakan Israel di Gaza telah menimbulkan ribuan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan permukiman.
“Berdasarkan bukti yang diperoleh, para pejabat negara Israel memikul tanggung jawab pidana atas tindakan sistematis kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida,” sebut Kejaksaan Istanbul.
Hamas kemudian menyerukan kepada pemerintah dunia dan badan peradilan internasional untuk mengikuti langkah Turki dengan mengeluarkan surat perintah hukum terhadap para pemimpin Israel.
“Mereka harus dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegas Hamas.
Dari surat putusan pengadilan tersebut ada sebanyak 37 orang pejabat Israel yang ditargetkan, termasuk PM Benjamin Netanyahu.
Genosida dan kejahatan kemanusiaan terkait perang Gaza yang membuat ribuan jiwa tewas, ribuan lainnya luka-luka, permukiman hancur dan tidak layak huni menjadi landasan utama dikeluarkannya surat penangkapan tersebut.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, memberikan respons keras terhadap keputusan Turki. “Israel dengan tegas menolak, dengan penghinaan, aksi publisitas terbaru oleh tiran Erdogan,” ujarnya melalui akun X.
Langkah Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan pejabat Israel lainnya mendapat dukungan penuh dari Hamas, yang menilai tindakan tersebut sebagai simbol solidaritas dengan rakyat Palestina. Namun, Israel menolak keras dan menyebutnya sebagai propaganda politik.
Keputusan ini menambah ketegangan diplomatik antara Ankara dan Tel Aviv, sekaligus membuka babak baru dalam upaya internasional menuntut pertanggungjawaban atas konflik Gaza. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari