RADAR SURABAYA - Paus Leo XIV menerima Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Vatikan pada Kamis (6/11) pagi waktu setempat. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas situasi kemanusiaan di Gaza dan menegaskan perlunya tindakan segera untuk mengakhiri konflik serta mempercepat masuknya bantuan kemanusiaan.
Pertemuan ini menjadi momen tatap muka pertama antara Paus Leo dan Mahmoud Abbas setelah sebelumnya hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon. Dalam keterangan resmi Takhta Suci, pertemuan tersebut digambarkan berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat.
Selain membahas kondisi kemanusiaan di Gaza, Paus Leo dan Abbas juga menyoroti pentingnya kembali pada solusi dua negara sebagai jalan keluar damai antara Israel dan Palestina.
Sebelum bertemu Paus Leo, Presiden Abbas terlebih dahulu mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore di Roma pada Rabu (5/11) sore. Di sana, ia berziarah ke makam Paus Fransiskus untuk memberikan penghormatan.
“Saya datang untuk mengenang Paus Fransiskus karena saya tidak akan pernah lupa apa yang telah beliau lakukan bagi Palestina dan rakyatnya. Beliau mengakui Palestina tanpa harus diminta,” ujar Abbas kepada wartawan di depan basilika.
Kunjungan singkat itu berlangsung sekitar lima belas menit. Abbas yang didampingi biarawan Fransiskan asal Mesir, Pastor Ibrahim Faltas, meletakkan rangkaian bunga di atas makam marmer sederhana bertuliskan “Franciscus”.
Kunjungan Abbas ke Vatikan kali ini juga bertepatan dengan peringatan 10 tahun penandatanganan Comprehensive Agreement antara Takhta Suci dan Negara Palestina pada 26 Juni 2015. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen kedua pihak terhadap penentuan nasib sendiri bagi bangsa Palestina dan solusi dua negara, sekaligus menyoroti pentingnya Yerusalem bagi umat Yahudi, Kristen, dan Muslim di seluruh dunia. (*)
Editor : Lambertus Hurek