Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gempa 6,3 SR Guncang Mazar-e Sharif Afghanistan, Masjid Biru Rusak dan Puluhan Tewas

Nurista Purnamasari • Selasa, 4 November 2025 | 03:17 WIB
Ilustrasi Masjid Biru, Afghanistan.
Ilustrasi Masjid Biru, Afghanistan.

RADAR SURABAYA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah utara Afghanistan pada Senin dini hari (3/11/2025) waktu setempat.

Pusat gempa berada di kedalaman 28 kilometer dekat kota suci Mazar-e Sharif, yang berpenduduk lebih dari 523.000 jiwa.

Menurut laporan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), guncangan kuat ini menyebabkan kerusakan parah pada bangunan bersejarah, termasuk Masjid Biru, serta menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai lebih dari 320 lainnya.

Kementerian Pertahanan Taliban menyebut Provinsi Balkh dan Samangan sebagai wilayah paling terdampak.

Juru bicara Provinsi Balkh, Haji Zaid, mengonfirmasi bahwa gempa menghancurkan sebagian struktur Masjid Biru, termasuk salah satu menaranya yang runtuh dan berserakan di halaman masjid.

"Gempa bumi menghancurkan sebagian tempat suci di Mazar-e Sharif," kata Zaid mengacu pada Masjid Biru, dilansir Khaleej Times.

Masjid Biru, atau Mausoleum Imam Ali, merupakan situs suci yang diyakini sebagian umat sebagai makam Imam Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW.

Meski mayoritas umat Islam meyakini makam Imam Ali berada di Najaf, Irak, legenda lokal menyebut bahwa Sultan Seljuk Ahmad Sanjar membangun mausoleum ini pada abad ke-12 setelah mendapat mimpi spiritual.

Bangunan ini sempat hancur akibat serangan Genghis Khan dan dibangun kembali secara megah oleh Sultan Husain Mizra pada 1481.

Masjid Biru menjadi pusat spiritual dan wisata religi di Afghanistan, menarik ribuan pengunjung setiap tahun.

Kerusakan pada situs ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat lokal dan komunitas Syiah global.

Afghanistan sendiri berada di persimpangan dua patahan aktif, yaitu patahan Eurasia dan India, menjadikannya salah satu wilayah paling rawan gempa di Asia Tengah.

Menurut data USGS, gempa bumi besar terakhir terjadi pada akhir Agustus 2025, menewaskan lebih dari 2.200 orang dan melukai ribuan lainnya.

Sistem PAGER USGS mengeluarkan peringatan oranye untuk gempa kali ini, menandakan potensi kerusakan luas dan korban jiwa.

Gempa bumi di Afghanistan sering kali diperparah oleh kondisi infrastruktur yang lemah, minimnya sistem peringatan dini, dan sulitnya akses bantuan ke wilayah terpencil. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#mausoleum #gempa bumi #kota suci #masjid biru #gempa afganistan #USGS #afganistan