Surabaya – Miliarder dan pendiri Microsoft, Bill Gates, mengubah pandangannya terkait ancaman kiamat iklim yang selama ini ramai dibicarakan. Dalam pernyataannya, Gates menilai bahwa perubahan iklim memang memiliki dampak serius, namun tidak akan menyebabkan kehancuran umat manusia.
Menurut Gates, perubahan iklim memang memicu kenaikan suhu global yang dapat mengganggu pasokan pangan dan memperparah kemiskinan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki risiko tinggi terhadap dampaknya.
“Meski perubahan iklim itu pasti punya konsekuensi yang serius, terutama bagi masyarakat miskin dan kesenjangan sosial yang sering luput dari perhatian. Hal ini takkan menyebabkan kehancuran umat manusia,” ujarnya.
Gates juga menyoroti bahwa kemiskinan dan penyakit masih menjadi dua masalah terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini.
“Tujuan utama kita seharusnya adalah mencegah penderitaan bagi masyarakat, dan kita juga bisa memusatkan sumber daya terbatas pada intervensi yang memiliki dampak terbesar bagi kelompok paling rentan,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut memicu berbagai tanggapan dari kalangan ilmuwan dan aktivis lingkungan. Sebagian pihak menilai pergeseran pandangan Gates menunjukkan pendekatan yang lebih realistis dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Namun, sebagian lainnya khawatir pernyataan itu bisa melemahkan semangat mitigasi perubahan iklim yang telah diperjuangkan selama ini.
Gates menegaskan bahwa fokus global seharusnya tidak lagi hanya pada ketakutan terhadap kiamat iklim, melainkan pada tindakan adaptif dan inovatif yang bermanfaat bagi kemajuan umat manusia.
“Dunia seharusnya tidak hanya terfokus pada ketakutan akan kiamat iklim tetapi juga pada tindakan nyata untuk beradaptasi dan berinovasi dari ide-ide manusia yang bermanfaat demi kemajuan negara,” pungkasnya. (acl/fir)
Editor : M Firman Syah