Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perampokan Perhiasan Rp1,6 Triliun di Museum Louvre Dilakukan Penjahat Kelas Teri

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 3 November 2025 | 11:14 WIB
Dunia dikejutkan fengan berita pencurian di museum Louvre, Paria.
Dunia dikejutkan fengan berita pencurian di museum Louvre, Paria.

RADAR SURABAYA – Jaksa Paris mengungkap bahwa perampokan besar di Museum Louvre bulan lalu bukan dilakukan oleh kelompok kejahatan terorganisasi profesional, melainkan oleh penjahat kelas teri.

“Ini memang bukan kejahatan sehari-hari… tetapi merupakan jenis kejahatan yang biasanya tidak kita kaitkan dengan kalangan atas dari kejahatan terorganisasi,” ujar Jaksa Laure Beccuau kepada radio franceinfo, Minggu.

Empat orang telah ditangkap dan didakwa atas pencurian yang mengguncang Prancis dan dunia tersebut. Mereka disebut sebagai “warga lokal” yang tinggal di kawasan miskin Seine-Saint-Denis, utara Paris.

Perhiasan senilai €88 juta atau sekitar US$102 juta (Rp1,6 triliun) dicuri dari museum paling banyak dikunjungi di dunia itu pada 19 Oktober 2025.

Dalam wawancaranya, Beccuau menjelaskan bahwa empat tersangka yang ditahan terdiri atas tiga pria dan satu perempuan, semuanya berdomisili di Seine-Saint-Denis.

Dua tersangka pria diketahui memiliki catatan kriminal sebelumnya dengan sejumlah vonis pencurian.

Kalung Marie-Louise dan sepasang anting-anting termasuk di antara delapan barang yang dicuri. Tiara yang dikenakan oleh Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III, juga dicuri.
Kalung Marie-Louise dan sepasang anting-anting termasuk di antara delapan barang yang dicuri. Tiara yang dikenakan oleh Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III, juga dicuri.

Seorang perempuan berusia 38 tahun didakwa atas tuduhan keterlibatan dalam pencurian terorganisasi dan konspirasi kriminal, sementara seorang pria berusia 37 tahun didakwa atas tuduhan pencurian dan konspirasi kriminal.

Kedua tersangka—yang belum diungkap identitasnya—membantah keterlibatan mereka. Keduanya diketahui menjalin hubungan asmara dan telah memiliki anak.

Sementara itu, dua pria lain yang sebelumnya ditangkap telah lebih dulu didakwa atas pencurian dan konspirasi kriminal, setelah mereka sebagian mengakui keterlibatan dalam perampokan tersebut.

Polisi masih memburu satu tersangka lain yang diyakini ikut dalam aksi itu.

Menurut penyelidikan, keempat pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 waktu setempat (07.30 GMT), tak lama setelah museum dibuka.

Mereka datang dengan mobil curian yang dilengkapi alat pengangkat mekanis untuk mencapai Galerie d’Apollon (Galeri Apollo) melalui balkon menghadap Sungai Seine.

Dengan gergaji cakram, mereka membongkar kotak pajangan berisi perhiasan. Aksi mereka hanya berlangsung empat menit sebelum kabur menggunakan dua skuter yang telah menunggu di luar pukul 09.38, lalu berpindah ke mobil untuk melanjutkan pelarian.

Satu mahkota sempat terjatuh saat pelarian, namun tujuh perhiasan lainnya masih hilang hingga kini.

Otoritas menduga barang-barang berharga itu telah diselundupkan ke luar negeri, meski jaksa masih berharap semuanya bisa ditemukan dalam kondisi utuh.

Pasca-perampokan, keamanan di lembaga-lembaga budaya Prancis diperketat. Pihak Museum Louvre bahkan telah memindahkan sejumlah koleksi perhiasan paling berharga ke Bank of France sebagai langkah pencegahan.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#kalung #museum louvre #perampokan