Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Setelah Perampokan, Museum Louvre Perketat Keamanan dengan Sistem Anti-Serudukan

Nurista Purnamasari • Minggu, 2 November 2025 | 03:29 WIB
Pasca insiden perampokan, keamanan Museum Louvre diperketat.
Pasca insiden perampokan, keamanan Museum Louvre diperketat.

RADAR SURABAYA - Pemerintah Prancis mengambil langkah tegas untuk memperkuat sistem keamanan Museum Louvre setelah insiden perampokan yang terjadi pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Menteri Kebudayaan Rachida Dati mengumumkan bahwa perangkat anti-serudukan dan anti-intrusi akan segera dipasang di area museum sebagai respons atas kelemahan sistem keamanan yang terungkap dalam kasus tersebut.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi TF1, Dati menyebut bahwa selama lebih dari dua dekade, risiko pencurian dan penyusupan di Louvre dianggap terlalu rendah. “Kita tidak bisa terus seperti ini,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa langkah pengamanan baru sangat mendesak dan akan diterapkan sebelum akhir tahun.

Laporan investigasi menyebutkan bahwa sistem keamanan Louvre tidak memadai. Kamera pengawas yang tersedia tidak menjangkau titik masuk pencuri, dan satu-satunya kamera yang terpasang justru menghadap jauh dari balkon tempat pelaku masuk.

Direktur Louvre, Laurence des Cars, mengakui bahwa protokol respons penyusupan museum sudah kuno dan perlu diperbarui.

Dati menambahkan bahwa meskipun sistem internal museum berfungsi saat kejadian, kelemahan utama justru berada di area luar gedung.

Oleh karena itu, penghalang fisik seperti perangkat anti-ramming mulai dipasang untuk mencegah kendaraan atau individu yang mencoba menerobos masuk secara paksa.

Polisi Prancis telah menangkap tujuh orang terkait perampokan tersebut, dan dua di antaranya telah didakwa dengan pencurian serta konspirasi kriminal. Namun, sejumlah barang berharga yang dicuri masih belum ditemukan.

Di antara barang yang hilang terdapat kalung zamrud dan berlian yang pernah diberikan oleh Napoleon I kepada istrinya, Permaisuri Marie-Louise, serta sebuah diadem milik Permaisuri Eugenie yang dihiasi hampir 2.000 berlian.

Kehilangan benda-benda bersejarah ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap perlindungan warisan budaya Prancis.

Insiden perampokan di Museum Louvre menjadi momentum penting bagi pemerintah Prancis untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem keamanan situs budaya nasional.

Pemasangan perangkat anti-serudukan dan peningkatan protokol pengawasan diharapkan mampu mencegah kejadian serupa di masa depan.

Selain menjaga aset seni bersejarah, langkah ini juga menunjukkan komitmen Prancis dalam melindungi warisan budaya dari ancaman kriminal yang semakin kompleks. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#situs budaya #Prancis #museum louvre #sistem keamanan #perampokan