Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Israel Kembali Gempur Gaza, 11 Tewas di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

Muhammad Firman Syah • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:28 WIB

 

Ilustrasi Serangan Udara Di Jalur Gaza Oleh Angkatan Bersenjata Israel.
Ilustrasi Serangan Udara Di Jalur Gaza Oleh Angkatan Bersenjata Israel.

Jalur Gaza — Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara pada Selasa malam, meskipun kesepakatan gencatan senjata secara resmi masih berlaku. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas.

Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam sejumlah titik strategis, termasuk area di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa. Lima korban dilaporkan tewas ketika kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran langsung.

Pemerintah Israel menyebut serangan itu sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas, yang dituduh menyerang pasukan Israel di wilayah Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan apa yang disebutnya sebagai “serangan dahsyat”, sementara Menteri Pertahanan Yoav Gallant menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan dibalas dengan kekuatan penuh. Namun, lokasi pasti insiden yang memicu serangan belum diungkapkan, meski indikasi mengarah ke wilayah Rafah.

Hamas membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak ada pejuangnya yang terlibat dalam penembakan terhadap pasukan Israel. Kelompok itu menuding serangan Israel justru menghambat proses penyerahan jenazah sandera yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa gencatan senjata secara teknis masih berlaku, meskipun mengakui adanya “pertempuran kecil” pada Rabu (29/10). Ia menambahkan, respons Israel terhadap serangan terhadap tentaranya dianggap sebagai bagian dari dinamika konflik yang belum sepenuhnya stabil.

Rekaman yang dirilis AFP memperlihatkan sejumlah pejuang Hamas membawa jenazah dari dalam terowongan, yang diyakini sebagai bagian dari proses penyerahan sandera yang tertunda. Hamas menuding eskalasi militer Israel sebagai hambatan utama dalam pencarian dan pemulihan jenazah.

Situasi ini menandai babak baru dalam ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk menjaga stabilitas dan menegakkan komitmen gencatan senjata. (man/fir)

Editor : M Firman Syah
#gaza #Israel #gencatan senjata #pertempuran #hamas