Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Stadion Maracanã Terancam Dijual, Pemerintah Rio Cari Jalan Keluar dari Krisis Utang

Muhammad Firman Syah • Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:53 WIB

 

Stadion Maracana, ikon sepak bola dunia, kini di ambang privatisasi setelah pemerintah Rio de Janeiro berencana menjualnya untuk menutup utang besar.
Stadion Maracana, ikon sepak bola dunia, kini di ambang privatisasi setelah pemerintah Rio de Janeiro berencana menjualnya untuk menutup utang besar.

Radar Surabaya — Pemerintah Negara Bagian Rio de Janeiro tengah mempertimbangkan langkah kontroversial, menjual stadion legendaris Estádio do Maracanã demi menutup beban utang daerah yang menumpuk.

Stadion ikonik yang menjadi simbol kejayaan sepak bola Brasil itu berdiri sejak 1950 dan telah mencatatkan berbagai momen bersejarah Negeri Samba, mulai dari final Piala Dunia 1950 antara Brasil dan Uruguay yang disaksikan 200 ribu penonton, hingga gol ke-1.000 yang dicetak Pelé pada 1969.

Namun, kejayaan tersebut kini berada di ujung tanduk. Pemerintah Rio de Janeiro mengaku tidak lagi sanggup menanggung biaya operasional stadion berkapasitas 87 ribu penonton itu. Setiap pertandingan, biaya pemeliharaan Maracanã mencapai sekitar 160 ribu euro atau setara Rp 3,1 miliar.

Kondisi keuangan daerah yang memburuk, dengan total utang mencapai 1,89 miliar euro (sekitar Rp36 triliun) kepada pemerintah pusat Brasil, mendorong munculnya wacana privatisasi stadion bersejarah itu.

Anggota Majelis Legislatif Negara Bagian Rio de Janeiro (ALERJ), Rodrigo Amorim, menyebut langkah tersebut sebagai keputusan yang perlu diambil demi menyelamatkan keuangan daerah.

“Kami harus memangkas biaya paling besar. Saat ini, pengeluaran Stadion Maracanã sekitar 160 ribu euro per pertandingan. Penjualan bisa menjadi solusi agar keuangan daerah kembali stabil,” ujarnya.

Apabila rencana ini mendapat persetujuan dalam sidang pleno ALERJ, maka upaya penjualan ini akan menjadi yang kedua kalinya dilakukan pemerintah Rio. Sebelumnya, pada 2011, pengusaha terkaya Brasil, Eike Batista, sempat berusaha membeli Maracanã, namun negosiasi gagal mencapai kesepakatan akhir.

Meski demikian, rencana tersebut memicu penolakan dari publik. Banyak warga Rio de Janeiro menilai penjualan Maracanã dapat menghapus nilai sejarah dan simbol kebanggaan sepak bola nasional, terutama bagi Brasil yang dikenal sebagai pemegang lima trofi Piala Dunia. (ali/fir)

Editor : M Firman Syah
#Kejayaan #Stadion Maracana #brasil #krisis utang #sepak bola