Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Setelah 14 Tahun Penantian, Timor Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 27 Oktober 2025 | 14:50 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, dan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, dan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao.

RADAR SURABAYA — Setelah 14 tahun menanti, Timor Leste akhirnya resmi menjadi anggota ke-11 Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Pengumuman bersejarah itu disampaikan pada pembukaan KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10).

Momen pengibaran bendera Timor Leste di atas panggung disambut tepuk tangan para pemimpin negara anggota ASEAN, menandai babak baru integrasi negara termuda di Asia ini ke dalam komunitas Asia Tenggara.

Simbol Sejarah dan Kemenangan Diplomatik

Keputusan penerimaan Timor Leste menjadi anggota penuh ASEAN merupakan puncak dari proses panjang sejak pengajuan resmi negara tersebut pada lebih dari satu dekade lalu.

Dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa dan nilai ekonomi sekitar US$2 miliar, Timor Leste memang menjadi negara dengan ekonomi terkecil di kawasan yang total produk domestik brutonya (PDB) mencapai US$3,8 triliun.

Namun, bagi rakyat Timor Leste, keanggotaan ini memiliki makna jauh melampaui aspek ekonomi. Presiden Jose Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao menyebut pencapaian ini sebagai simbol tekad bangsa muda untuk berdiri sejajar di kawasan regional.

“Bagi rakyat Timor Leste, ini bukan hanya mimpi yang terwujud, tetapi juga penegasan kuat atas perjalanan kami,” ujar Xanana Gusmao dalam pidato resminya.

“Keanggotaan ini adalah bukti semangat rakyat kami, sebuah negara demokrasi muda yang lahir dari perjuangan. Ini bukan akhir dari perjalanan,” tambahnya.

Perjalanan Panjang Menuju ASEAN

Timor Leste pertama kali mengajukan keanggotaan ASEAN pada 2011, namun prosesnya berjalan alot akibat kekhawatiran terkait kesiapan ekonomi dan infrastruktur politik.

Negara yang pernah menjadi koloni Portugal selama lebih dari tiga abad itu sempat berada di bawah administrasi Indonesia sebelum akhirnya meraih kemerdekaan penuh pada 2002 melalui referendum yang diawasi PBB.

Presiden Ramos-Horta, peraih Nobel Perdamaian 1996, sudah mengusulkan agar Timor Leste bergabung dengan ASEAN sejak 1970-an.

Menurutnya, keanggotaan dalam organisasi regional ini merupakan langkah strategis untuk menjamin stabilitas dan masa depan negaranya.

Dalam wawancara bersama CNA pada September lalu, Ramos-Horta menekankan pentingnya peran Timor Leste dalam memperkuat diplomasi kawasan.

“Jika di masa depan kami dapat membantu memperkuat ASEAN melalui mekanisme penyelesaian konflik, itu akan sangat bernilai.
Di setiap negara anggota ASEAN, kami menekankan pentingnya dialog,” ujarnya.

Harapan Baru bagi Kawasan

Keanggotaan Timor Leste diharapkan memperkaya dinamika kawasan Asia Tenggara, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial.

Meski tantangan masih besar, langkah ini menegaskan semangat ASEAN sebagai komunitas yang terbuka bagi integrasi dan solidaritas regional.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara #Timor Leste #asean #Ramos Horta #xanana gusmao