Surabaya – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan komitmen negaranya untuk menuntaskan seluruh target operasi militer di Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah seremoni kenegaraan di Yerusalem pada Kamis (16/10).
Netanyahu menyatakan bahwa Israel bertekad mencapai kemenangan penuh serta memulangkan seluruh sandera yang masih ditahan. Pernyataan resmi tersebut mempertegas keberlanjutan operasi militer Israel di Gaza sebagai upaya untuk menjamin keamanan nasional serta pemulangan jenazah dan sandera.
Dalam upacara kenegaraan yang digelar untuk mengenang tentara yang gugur, Netanyahu berpidato di hadapan keluarga korban dan pejabat tinggi negara, dan menegaskan perlunya keteguhan dalam menghadapi situasi konflik yang masih berlangsung.
“Kita bertekad untuk mengamankan pemulangan semua sandera,” ucap Netanyahu di hadapan peserta upacara penghormatan bagi tentara Israel yang gugur di Gunung Herzl, Yerusalem, Kamis (16/10).
Pernyataan Netanyahu disertai ancaman konsekuensi berat bagi pihak yang terus melawan. Sementara itu, sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, menyatakan telah menyerahkan seluruh jenazah sandera yang dapat ditemukan, namun kelompok itu mengklaim masih memerlukan peralatan khusus untuk mengevakuasi jenazah lain dari reruntuhan Gaza.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Jumat (10/10), Hamas diwajibkan menyerahkan total 48 sandera yang terdiri atas 20 sandera hidup dan 28 jenazah. Israel menerima 20 sandera hidup melalui International Committee of the Red Cross (ICRC) pada Senin (13/10) dan membebaskan 1.968 tahanan Palestina pada hari yang sama. Dari 28 jenazah yang dijadwalkan diserahkan, baru sembilan yang diterima, dan satu di antaranya dipastikan bukan sandera.
Menyikapi perkembangan tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa Israel akan kembali melancarkan operasi militer jika Hamas gagal memenuhi ketentuan gencatan senjata.
“Jika Hamas menolak untuk mematuhi perjanjian tersebut, Israel, berkoordinasi dengan Amerika Serikat, akan melanjutkan pertempuran dan bertindak untuk mewujudkan kekalahan total Hamas, mengubah realitas di Gaza, dan mencapai semua tujuan perang,” ucap Katz menutup pernyataannya.
Perkembangan ini menandai ketegangan lanjutan di wilayah dan menegaskan bahwa proses penyerahan sandera serta jenazah tetap menjadi titik krusial dalam negosiasi gencatan senjata. (ray)
Editor : M Firman Syah