Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tumis Batu Jadi Santapan, Begini Cerita di Balik Kuliner Unik Asal China, Suodiu

Muhammad Firman Syah • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:46 WIB
Soudiu, Makanan Batu Ikan khas Cina.
Soudiu, Makanan Batu Ikan khas Cina.

Radar Surabaya - China dikenal sebagai negara dengan keragaman kuliner yang tak ada habisnya dari lumpia, dim sum, hingga mi yang mendunia. Namun, baru-baru ini dunia dibuat penasaran oleh sajian ekstrem asal Negeri Tirai Bambu: makanan dari batu yang ditumis, bernama suodiu.

Kuliner ini viral di media sosial Tiongkok dan menarik perhatian warganet global karena cara penyajiannya yang tak lazim. Dijuluki sebagai “makanan terkeras di dunia”, suodiu merupakan tumisan tradisional khas Provinsi Hubei yang bahan utamanya bukan daging atau sayuran, melainkan batu kerikil kecil yang dimasak bersama cabai, bawang putih, paprika, dan saus khas China.

Tentu saja, batu tersebut tidak untuk dimakan. Nama suodiu berarti “hisap dan buang”, karena penikmatnya cukup mengisap rasa bumbu yang menempel pada batu lalu membuangnya.

Menurut laporan CNN, para pedagang biasanya menyiapkan suodiu dengan gaya teatrikal menyerupai teppanyaki. Minyak cabai dituangkan ke atas batu panas hingga mendesis, disusul saus bawang putih dan bumbu lain yang ditumis hingga harum. Beberapa koki bahkan melantunkan sajak saat memasak untuk menambah daya tarik di pasar malam.

Kuliner unik ini memiliki akar sejarah panjang. Konon, suodiu muncul berabad-abad lalu di kalangan tukang perahu di Sungai Yangtze. Ketika persediaan makanan menipis, mereka menumis bumbu di atas batu sungai agar tetap dapat menikmati rasa gurih. Batu yang digunakan disebut-sebut memberi sensasi rasa amis menyerupai ikan akibat proses pemasakan dengan minyak dan cabai.

Kini, suodiu kembali populer setelah videonya viral di platform Xiaohongshu dan TikTok. Dalam rekaman tersebut, pedagang terlihat menyiapkan tumisan batu dengan cekatan di tengah pasar malam. Satu porsi suodiu dijual seharga sekitar 14 yuan atau Rp 30 ribuan.

Meski terdengar ekstrem, kuliner ini dianggap sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Tujia, etnis minoritas di wilayah pegunungan Wuling. Unik, bersejarah dan menggugah rasa ingin tahu, suodiu pun kini disebut sebagai salah satu kuliner paling nyeleneh dari China. (mer/fir)

Editor : M Firman Syah
#warisan budaya #batu #kuliner #Ekstrem #cina