RADAR SURABAYA - Kompleks Taj Mahal, salah satu situs warisan dunia paling ikonik di India, mengalami insiden kebakaran pada Minggu (12/10) pagi. Api dilaporkan muncul di area gerbang selatan, sekitar 300 meter dari kubah utama monumen.
Meski sempat menimbulkan kepulan asap hitam yang terlihat jelas dari kejauhan, pihak berwenang memastikan tidak ada kerusakan struktural pada bangunan utama Taj Mahal.
Menurut laporan India TV News yang dikutip pada Selasa (14/10), kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.
Saksi mata menyebutkan bahwa percikan api tiba-tiba muncul dari area dekat gerbang selatan, memicu kepanikan singkat di sekitar lokasi.
Beruntung, api segera berhasil dipadamkan oleh petugas pemeliharaan dan tidak menyebar ke bagian lain kompleks.
Investigasi awal menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting pada saluran listrik tegangan rendah (low tension/LT) yang melewati ruang-ruang kecil di sekitar gerbang selatan.
Percikan api berasal dari sambungan plastik yang rusak, menyebabkan asap tebal dan gangguan pasokan listrik sementara ke area monumen.
Menanggapi insiden tersebut, staf pemeliharaan segera menghubungi Survei Arkeologi India (ASI) dan Torrent Power, perusahaan yang bertanggung jawab atas sistem kelistrikan di kompleks Taj Mahal.
Tim teknis dari Torrent Power tiba di lokasi dan melakukan perbaikan dalam waktu dua jam, sehingga pasokan listrik kembali normal.
“Teknisi Torrent Power menyelesaikan pekerjaan perbaikan dalam waktu dua jam dan pasokan listrik pulih sepenuhnya,” ujar pejabat ASI, seraya menegaskan bahwa tidak ada bagian bangunan yang terdampak secara fisik.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, kebakaran di gerbang selatan Taj Mahal tidak berdampak pada struktur utama maupun area publik kompleks tersebut.
Gerbang selatan sendiri telah ditutup untuk wisatawan sejak 2018 karena alasan keamanan, dan hanya dapat diakses oleh staf pemeliharaan serta petugas ASI.
Pihak berwenang memastikan bahwa insiden ini terjadi di zona terbatas dan tidak memengaruhi pengalaman pengunjung.
Taj Mahal tetap aman dan terbuka untuk wisatawan, sementara sistem kelistrikan kini telah diperiksa ulang untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (int/nur)
Editor : Nurista Purnamasari