Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

NASA Siap Luncurkan Artemis II ke Bulan April 2026: Misi Berawak Pertama Sejak 1972

Nurista Purnamasari • Minggu, 12 Oktober 2025 | 15:05 WIB
SETELAH 53 TAHUN: Artemis II dan para awak yang akan meluncur ke Bulan pada April 2026.
SETELAH 53 TAHUN: Artemis II dan para awak yang akan meluncur ke Bulan pada April 2026.

RADAR SURABAYA - Setelah lebih dari lima dekade, manusia akan kembali menjelajahi orbit bulan. NASA secara resmi menetapkan April 2026 sebagai jadwal peluncuran Artemis II, misi berawak pertama sejak era Apollo.

Misi ini menjadi tonggak penting dalam ambisi jangka panjang untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di bulan.

Sejarah eksplorasi bulan dimulai sejak peluncuran Sputnik I oleh Uni Soviet pada 1957, yang memicu perlombaan antariksa dan membuka jalan bagi keberhasilan misi Apollo 11 pada 1969, saat Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di permukaan bulan.

Meski sempat menghadapi tantangan besar seperti kegagalan Apollo 13, semangat untuk memahami dan menjelajahi bulan terus mendorong inovasi teknologi luar angkasa.

Selama lebih dari 50 tahun terakhir, eksplorasi bulan hanya dilakukan oleh wahana robotik. Program Artemis hadir untuk mengubah paradigma tersebut, mengembalikan manusia ke orbit bulan dan mempersiapkan misi pendaratan di masa depan.

Misi Berawak ke Orbit Bulan

Setelah sukses meluncurkan Artemis I, misi tanpa awak yang menguji sistem Orion pada November 2022, NASA kini bersiap mengirim empat astronaut dalam misi Artemis II.

Mereka akan menjalani perjalanan selama 10 hari mengelilingi bulan untuk menguji keandalan sistem Orion sebagai fondasi misi-misi berikutnya.

Misi ini akan dipimpin oleh Komandan Reid Wiseman, seorang veteran Angkatan Laut dan astronaut NASA sejak 2009.

Ia akan didampingi oleh pilot Victor Glover, yang memiliki pengalaman 168 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), serta dua spesialis misi: Christina Koch, pemegang rekor wanita terlama di luar angkasa (328 hari), dan Jeremy Hansen, pilot pesawat tempur asal Kanada yang menjadi astronaut pertama dari negaranya yang dilatih NASA.

Keempat astronaut ini juga akan menjalani pengujian biologis, termasuk pengambilan sampel darah sebelum dan sesudah misi, untuk mempelajari dampak gravitasi rendah dan radiasi luar angkasa terhadap tubuh manusia.

Artemis III dan IV: Menuju Kehadiran Permanen di Bulan

Jika Artemis II berhasil, NASA akan melanjutkan dengan Artemis III pada pertengahan 2027.
Misi ini dirancang untuk mendaratkan empat astronaut di wilayah Kutub Selatan bulan selama sekitar satu minggu.

Selanjutnya, Artemis IV akan fokus pada pembangunan stasiun luar angkasa Gateway, yang akan berfungsi sebagai pangkalan permanen untuk mendukung misi antar-jemput ke bulan.

NASA menyebut visi ini sebagai “Artemis Generation Science,” dengan logo Artemis yang menggambarkan anak panah dewi bulan mengarah ke simbol bulan.

Stasiun Gateway diharapkan menjadi fondasi penting bagi era baru eksplorasi luar angkasa, membuka peluang bagi penelitian, inovasi, dan kehadiran manusia yang berkelanjutan di bulan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#buzz aldrin #Misi ke Bulan #luar angkasa #nasa #astronot #apollo 13 #artemis ii #bulan #Sputnik #Neil Armstrong