Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

CEO Telegram Pavel Durov Ternyata Jarang Pakai Ponsel, Ini Alasannya

Nurista Purnamasari • Minggu, 12 Oktober 2025 | 12:51 WIB

 

Meski menjadi pendiri jejaring sosial, CEO Telegram Pavel Durov mengaku jarang menggunakan ponsel.
Meski menjadi pendiri jejaring sosial, CEO Telegram Pavel Durov mengaku jarang menggunakan ponsel.

RADAR SURABAYA - Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, mengungkap rutinitas harian yang tak lazim bagi seorang tokoh teknologi. Ia mengalokasikan hingga 12 jam sehari untuk beristirahat dan secara sadar membatasi penggunaan ponsel.

Menurutnya, pola hidup ini menjadi kunci menjaga kejernihan pikiran dan memunculkan ide-ide orisinal.

Dalam wawancara bersama ilmuwan komputer Lex Fridman, Durov menyebut bahwa tidur adalah prioritas utama dalam hidupnya.

“Saya berusaha mengalokasikan waktu sebanyak mungkin untuk tidur,” ujarnya, dikutip dari VNExpress.

Meski tidak sepenuhnya tidur selama 11–12 jam, ia menghabiskan sebagian besar waktu tersebut untuk berbaring dan merenung.

“Saya suka momen-momen seperti ini. Saya mendapatkan begitu banyak ide brilian, atau setidaknya tampak brilian bagi saya, saat berbaring di tempat tidur, baik larut malam maupun pagi-pagi sekali,” ungkapnya.

Durov, yang menurut Forbes memiliki kekayaan mencapai USD 17,1 miliar (sekitar Rp 278 triliun), juga menolak kebiasaan umum menggunakan ponsel saat bangun pagi.

Ia percaya bahwa interaksi awal dengan perangkat digital dapat mengganggu proses berpikir mandiri.

“Ide-ide cemerlang bisa datang saat anda berolahraga pagi, menjalani rutinitas pagi tanpa ponsel. Jika anda membuka ponsel di pagi hari, anda akan jadi seperti makhluk yang diberi tahu apa yang harus dipikirkan sepanjang hari,” jelasnya.

Ia juga memperingatkan dampak negatif dari membaca media sosial hingga larut malam.

Lex Fridman, yang pernah menghabiskan dua minggu bersama Durov, mengaku jarang melihat sang CEO menggunakan ponsel untuk menjelajahi media sosial.

Bagi Durov, smartphone adalah distraksi besar yang menghambat munculnya gagasan segar.

“Filosofi saya cukup sederhana. Saya ingin mendefinisikan apa yang penting dalam hidup saya. Saya tidak ingin orang lain memberi tahu saya apa yang penting hari ini dan apa yang seharusnya saya pikirkan,” tegasnya.

Meski membangun Telegram, salah satu platform komunikasi terbesar di dunia, Durov justru menekankan pentingnya koneksi yang sadar dan terbatas.

“Agak berlawanan dengan intuisi karena saya mendirikan jejaring sosial. Namun makin terhubung dan mudah diakses anda, semakin kurang produktif anda,” pungkasnya, menyoroti paradoks dunia digital yang ia ciptakan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jejaring sosial #ponsel #ceo telegram #telegram #kreativitas #pavel durov