RADAR SURABAYA - Pemerintah Indonesia kembali membuka jalur diplomasi langsung dengan Korea Utara melalui kunjungan kerja Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono ke Pyongyang pada 10–11 Oktober 2025.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi pejabat tertinggi diplomasi Indonesia ke Korea Utara dalam 12 tahun terakhir, menandai langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral dan stabilitas kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa kunjungan Menlu Sugiono dilakukan atas undangan resmi dari Menlu Korea Utara, Choe Son-hui.
Dalam agenda utama pada 11 Oktober, kedua menteri akan menggelar pertemuan bilateral yang membahas penguatan kerja sama di tingkat bilateral, regional, dan global.
“Pak Menlu akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Korea Utara Choe Son-hui, membicarakan penguatan berbagai kerja sama,” ujar Yvonne di Gedung Pancasila, Jakarta.
Selain menghadiri pertemuan diplomatik, Sugiono dijadwalkan meninjau gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Pyongyang yang sempat ditutup sejak 2021 akibat pandemi COVID-19 dan baru diaktifkan kembali pertengahan tahun ini.
Kunjungan ini juga menjadi kelanjutan dari hubungan bilateral yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala Mansury menerima kunjungan kehormatan Wamenlu Korea Utara Park Sang Gil di Jakarta pada September 2024, membahas kerja sama lintas sektor dan komitmen terhadap perdamaian kawasan.
Kunjungan Menlu Sugiono ke Korea Utara menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi Indonesia di kawasan Asia Timur.
Selain menegaskan komitmen terhadap dialog konstruktif, kunjungan ini membuka peluang kerja sama strategis di tengah dinamika geopolitik regional.
Dengan peninjauan langsung ke KBRI Pyongyang dan pertemuan tingkat tinggi, Indonesia menunjukkan keseriusan dalam menjaga hubungan bilateral dan mendorong stabilitas di Semenanjung Korea. (*)
Editor : Nurista Purnamasari