Hamas–Israel Sepakat Hentikan Perang, Donald Trump Dapat Pujian dari Dua Pihak
Lambertus Hurek• Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:28 WIB
Kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas Palestina. (IST)
RADAR SURABAYA - Setelah berbulan-bulan pertempuran di Gaza, Hamas dan Israel akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata. Pengumuman resmi datang dari kedua pihak setelah perundingan intensif di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut perjanjian itu mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza, pembukaan jalur bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan. Hamas berterima kasih kepada mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki yang dinilai berperan besar dalam mencapai kesepakatan tersebut.
Hamas juga menyinggung peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut aktif mendorong terciptanya kesepakatan damai. “Kami menghargai upaya Presiden Trump dan para mediator regional. Kini kami menunggu negara-negara penjamin untuk memastikan Israel mematuhi seluruh isi perjanjian,” bunyi pernyataan resmi Hamas.
Dari sisi Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan itu sebagai hari besar bagi bangsanya. Ia mengatakan kabinet akan menggelar pemungutan suara pada Kamis (9/10) untuk mengesahkan perjanjian pembebasan sandera.
“Ini hari besar bagi Israel. Berkat keberanian dan pengorbanan para prajurit IDF serta pasukan keamanan, kita sampai pada titik ini,” ujar Netanyahu. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Trump dan timnya yang dinilai berdedikasi dalam misi pembebasan sandera.
Netanyahu menegaskan, meski gencatan senjata tercapai, Israel akan terus melanjutkan upaya mencapai seluruh tujuannya dan memperluas perdamaian dengan negara-negara tetangga.
Kesepakatan tersebut menjadi titik balik penting setelah perang berkepanjangan yang menelan ribuan korban di kedua pihak. Kini dunia menunggu implementasi di lapangan untuk memastikan kesepakatan damai itu benar-benar berjalan. (*)