RADAR SURABAYA - Foto Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto muncul di baliho besar di Tel Aviv, Israel, bersama sejumlah pemimpin dunia sebagai bagian dari kampanye Abraham Shield.
Kampanye tersebut mendukung rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza dan memperluas Kesepakatan Abraham.
Dalam baliho yang viral di media sosial sejak Minggu (28/9), wajah Prabowo disandingkan dengan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, serta pemimpin dari Uni Emirat Arab, Yordania, dan Mesir. Baliho itu bertuliskan pesan: “Mr. President, Israel stands by your plan. Seal the deal.”
Unggahan akun X @AbrahamShield25 menyebut baliho tersebut sebagai bagian dari kampanye nasional untuk mendesak dukungan terhadap proposal Trump pasca-perang Gaza. “Ya untuk Rencana Trump – SELESAIKAN,” tulis akun tersebut.
Apa Itu Abraham Shield?
Abraham Shield merupakan inisiatif strategis dari Koalisi Keamanan Regional Israel yang dibentuk setahun setelah peristiwa 7 Oktober 2023.
Koalisi ini terdiri dari tokoh masyarakat, diplomat, akademisi, dan pelaku industri yang mendorong pendekatan baru dalam politik dan keamanan regional.
Tujuannya adalah menciptakan stabilitas dan kemakmuran melalui diplomasi pasca-konflik, tanpa melibatkan Hamas.
Respons Pemerintah Indonesia
Menanggapi viralnya baliho tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel atau melakukan normalisasi hubungan diplomatik, kecuali Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
“Posisi Indonesia sangat jelas. Tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel, baik melalui Abraham Accords maupun platform lainnya, tanpa pengakuan terhadap negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ujar Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang, Selasa (30/9).
Pernyataan ini juga merespons pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di Sidang Umum PBB, Jumat (26/9), yang menyebut nama Indonesia dan mengutip pernyataan Prabowo terkait perdamaian di Timur Tengah.
Kemunculan foto Presiden Prabowo Subianto di baliho kampanye Israel memicu perdebatan publik dan respons diplomatik dari pemerintah Indonesia.
Meski menjadi bagian dari narasi internasional, posisi Indonesia tetap konsisten: tidak ada normalisasi dengan Israel tanpa pengakuan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
Kampanye Abraham Shield menjadi sorotan baru dalam dinamika geopolitik kawasan, namun tidak mengubah sikap resmi Indonesia. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari