Hong Kong – Suasana di sejumlah supermarket Hong Kong pada Senin (22/9) memanas ketika warga bergegas menimbun kebutuhan pokok menjelang kedatangan Topan Ragasa.
Dari sekian banyak barang yang diborong, mi instan asal Indonesia, Indomie, terlihat mendominasi troli belanja masyarakat. Fenomena panic buying ini mencerminkan kesiapsiagaan publik menghadapi kemungkinan terburuk saat badai melanda.
Badan cuaca setempat memperkirakan Topan Ragasa akan disertai angin kencang dan hujan deras mulai Selasa hingga Rabu. Dampaknya diprediksi signifikan, terutama di kawasan pesisir dan dataran tinggi, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas warga di wilayah padat penduduk.
Sebagai langkah antisipasi, Bandara Internasional Hong Kong mengumumkan penghentian seluruh penerbangan penumpang selama 36 jam mulai Selasa malam. Pihak berwenang menegaskan tengah melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah mitigasi, meski belum memastikan penutupan total bandara.
Di Filipina, pemerintah lebih dahulu mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan kegiatan belajar mengajar di Metro Manila dan sejumlah wilayah lain pada Senin. Ragasa yang bergerak menuju Luzon utara diperkirakan membawa curah hujan tinggi disertai hembusan angin berkecepatan ekstrem.
Fenomena ini menyoroti betapa badai tropis tidak hanya berdampak pada transportasi dan logistik, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi masyarakat, sebagaimana terlihat dari lonjakan permintaan produk tertentu, termasuk Indomie. (gab/fir)
Editor : M Firman Syah