Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tiongkok Sukses Balikkan Diabetes dengan Terapi Sel Punca, Harapan untuk Pasien Kencing Manis

Lambertus Hurek • Senin, 22 September 2025 | 20:47 WIB

 

Peningkatan angka diabetes di Indonesia, waspadai gejalanya
Peningkatan angka diabetes di Indonesia, waspadai gejalanya

RADAR SURABAYA - Tiongkok mencatatkan tonggak bersejarah dalam dunia medis setelah untuk pertama kalinya para ilmuwan berhasil membalikkan penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada manusia melalui terapi sel punca. Terobosan ini disebut sebagai titik balik riset kedokteran yang membuka harapan baru bagi jutaan penderita diabetes di seluruh dunia.

Sel punca dikenal unik karena dapat berubah menjadi berbagai jenis sel, termasuk sel pankreas penghasil insulin. Dengan menumbuhkan dan menanamkan sel tersebut secara hati-hati, para peneliti mampu mengembalikan fungsi alami produksi insulin pada pasien, sehingga diabetes mereka dinyatakan sembuh.

Hasil ini jauh melampaui metode pengobatan konvensional yang selama ini hanya berfokus pada pengendalian gejala tanpa menyentuh akar permasalahan.

Penelitian ini dilakukan dengan pengawasan ketat melalui serangkaian uji klinis yang memastikan terapi tersebut aman sekaligus efektif. Hasil awal menunjukkan pasien tidak lagi membutuhkan suntikan insulin dan kadar gula darah mereka kembali stabil. Sejumlah pakar menyebutnya sebagai “revolusi medis” yang bisa mengubah peta pengobatan diabetes secara global.

Keberhasilan ini juga menegaskan potensi besar riset sel punca. Selain diabetes, terapi serupa tengah dikembangkan untuk menangani berbagai penyakit, mulai dari gangguan jantung hingga kelainan neurodegeneratif.

Kejayaan riset yang dilakukan di Tiongkok ini menunjukkan bagaimana teknologi mutakhir dapat dipadukan dengan keahlian ilmiah dan penerapan klinis yang hati-hati.

Bagi jutaan penyandang diabetes, capaian ini bukan sekadar kemajuan sains, melainkan juga secercah harapan. Kehidupan tanpa suntikan harian, pengawasan gula darah ketat, serta risiko komplikasi kini terlihat lebih mungkin. Meski masih diperlukan penelitian lanjutan dan uji klinis yang lebih luas, janji hadirnya obat tuntas untuk diabetes kian nyata. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#insulin #diabetes tipe 1 dan 2 #terapi diabetes #sel punca