RADAR SURABAYA – Dukungan internasional terhadap Palestina semakin menguat. Setelah Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengumumkan pengakuan atas negara Palestina pada Minggu (21/9).
Sejumlah negara Eropa lainnya diperkirakan akan menyusul dalam sesi ke-80 Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Para pemimpin dunia yang hadir di New York hari ini dijadwalkan berpartisipasi dalam konferensi internasional mengenai penyelesaian damai konflik Palestina dan implementasi solusi dua negara.
Dukungan dari Inggris, Australia, dan Kanada
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa momen untuk mengakui kemerdekaan Palestina “telah tiba.”
Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menjaga harapan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup.
Australia juga bergabung dalam pengakuan ini. Perdana Menteri Anthony Albanese menyampaikan bahwa pengakuan resmi terhadap Palestina merupakan bentuk dukungan atas aspirasi sah rakyat Palestina untuk memiliki negara merdeka.
Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa negaranya berkomitmen mendukung perdamaian, pemerintahan demokratis, serta bantuan kemanusiaan di Palestina.
Ia menekankan bahwa pengakuan ini sejalan dengan kebijakan Kanada yang sejak 1947 konsisten mendukung solusi dua negara.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik keputusan ketiga negara tersebut dan menyebutnya sebagai langkah berani untuk perdamaian di Timur Tengah.
Eropa Bersiap Ikut Akui Palestina
Selain tiga negara tersebut, sejumlah negara Eropa juga menunjukkan sinyal kuat untuk mengakui Palestina.
Belgia, Prancis, Luksemburg, Malta, Portugal, Andorra, dan San Marino diperkirakan akan menyampaikan pengakuan resmi dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan sudah menyampaikan niat negaranya kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui sambungan telepon pada 19 September.
Macron menegaskan pengakuan itu akan dilakukan dalam kerangka rencana perdamaian.
Langkah serupa juga disampaikan oleh Malta, Portugal, dan Luksemburg. Mereka menekankan bahwa pengakuan ini didasari prinsip solusi dua negara dan koordinasi dengan komunitas internasional.
Respons Israel dan Amerika Serikat
Sementara itu, Pemerintah Israel menegaskan dapat merespons pengakuan negara-negara tersebut dengan pencaplokan wilayah Tepi Barat.
Amerika Serikat tidak secara terbuka menolak rencana Israel, tetapi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan negara-negara Eropa bahwa langkah pengakuan Palestina bisa memicu respons keras dari Tel Aviv.
Rubio juga menilai bahwa pengakuan Palestina justru berpotensi memperumit tercapainya kesepakatan damai di Gaza.
Jumlah Negara Pendukung Palestina Terus Bertambah
Sejak deklarasi kemerdekaan pada 15 November 1988, Palestina telah diakui oleh 147 dari 193 negara anggota PBB.
Dengan pengakuan baru yang diharapkan diumumkan di Sidang Majelis Umum PBB, jumlah negara yang mengakui Palestina diperkirakan meningkat menjadi 157.
Langkah ini menandai momentum penting bagi perjuangan rakyat Palestina sekaligus menambah tekanan diplomatik terhadap Israel untuk menghentikan agresi di wilayah pendudukan.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan