RADAR SURABAYA – Amerika Serikat kembali memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan gencatan senjata permanen serta pembebasan seluruh sandera di Jalur Gaza.
Veto ini menambah daftar panjang sikap Washington yang berseberangan dengan mayoritas anggota DK PBB terkait konflik Israel–Palestina.
Dalam pemungutan suara pada Kamis waktu setempat, 14 anggota DK PBB lainnya memberikan persetujuan terhadap rancangan resolusi tersebut.
Dokumen itu disusun oleh 10 anggota tidak tetap DK PBB dan menuntut diberlakukannya “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen di Gaza”.
Resolusi juga menegaskan kembali agar kelompok perlawanan Palestina, Hamas, segera membebaskan seluruh sandera yang masih ditahan.
Selain itu, rancangan resolusi mendesak Israel mencabut seluruh pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan memastikan kelancaran distribusi kepada warga sipil yang terdampak agresi militer.
Namun, veto AS membuat resolusi tersebut kembali gagal disahkan. Ini bukan kali pertama Washington mengambil langkah serupa.
Pada Juni lalu, AS juga memveto rancangan resolusi serupa yang diajukan untuk menghentikan perang di Gaza.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan kekecewaannya atas kegagalan tersebut.
Menurutnya, dunia internasional semakin sulit mendorong berakhirnya konflik karena perbedaan sikap di tubuh DK PBB.
Keputusan AS ini diperkirakan akan kembali menuai kritik dari negara-negara anggota PBB serta organisasi internasional yang selama ini mendesak penghentian serangan Israel dan penyelamatan warga sipil Gaza.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan