Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Staf Kim Jong Un Bersihkan Kursi dan Meja Usai Pertemuan dengan Putin, Diduga Cegah Pengambilan DNA

Muhammad Firman Syah • Jumat, 5 September 2025 | 00:16 WIB
Pertemuan Kim Jong Un dengan Vladimir Putin di Tiongkok.
Pertemuan Kim Jong Un dengan Vladimir Putin di Tiongkok.

Radar Surabaya – Sebuah rekaman video menunjukkan tindakan tidak biasa dari staf keamanan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, usai pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Beijing, Tiongkok. Dalam video tersebut, dua staf terlihat teliti mengelap kursi dan meja yang digunakan Kim Jong Un selama pembicaraan bilateral yang berlangsung sekitar dua jam.

Kursi yang digunakan Kim dibersihkan menyeluruh, termasuk bagian sandaran dan pegangan tangan. Meja kecil di samping kursi pun diseka, sementara gelas yang sempat digunakan langsung diamankan dan dibawa pergi oleh staf.

Langkah ini bukan pertama kali dilakukan oleh pihak Korea Utara dalam upaya pengamanan terhadap pemimpinnya. Pada 2018, tindakan serupa tercatat saat Kim Jong Un bertemu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Kala itu, pengawalnya menyemprot dan membersihkan kursi serta meja dengan cairan disinfektan sebelum Kim duduk.

Tindakan yang sama juga dilakukan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Hanoi pada 2019. Pengawal Korea Utara bahkan dilaporkan membersihkan kamar hotel Kim secara menyeluruh, termasuk mengganti kasur tempat tidur yang akan digunakan.

Pada 2023, sebelum pertemuan Kim dengan Putin, kursi yang akan digunakan juga disemprot disinfektan dan diperiksa menggunakan detektor logam. Selain itu, laporan dari media Jepang Nikkei menyebutkan bahwa dalam setiap kunjungan luar negeri, Kim selalu membawa toilet pribadi di dalam kereta kepresidenannya.

Menurut para pengamat, protokol ketat tersebut bertujuan mencegah kemungkinan pengambilan sampel DNA oleh badan intelijen asing. Michael Madden, pakar kepemimpinan Korea Utara dari Stimson Center, Amerika Serikat, menyatakan bahwa praktik ini telah menjadi kebijakan standar sejak era Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un.

“Toilet khusus dan kantong sampah yang berisi sisa-sisa, puntung rokok, maupun limbah tubuh digunakan agar badan intelijen asing, bahkan yang bersahabat sekalipun, tidak bisa mendapatkan sampel untuk diuji,” ujar Madden.

Tindakan ini mempertegas betapa pentingnya perlindungan terhadap jejak biologis pemimpin tertinggi Korea Utara, yang dipandang sebagai bagian dari sistem pengamanan strategis negara paling tertutup di dunia tersebut. (akr/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#presiden rusia #Mengelap #kim jong un #korea utara #kursi #vladimir putin