RADAR SURABAYA – Lebih dari 700 pengusaha dan profesional terkemuka di Inggris mendesak pemerintah mengambil langkah tegas terhadap Israel atas dugaan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Mereka menyerukan embargo senjata, sanksi internasional, hingga pengawasan ketat terhadap aktivitas bisnis yang terlibat dalam agresi militer Israel.
Hingga Kamis (21/8), tercatat 762 tokoh bisnis telah menandatangani pernyataan yang menuntut penghentian seluruh perdagangan senjata dengan Israel.
Mereka juga meminta pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang dianggap melanggar hukum internasional,
termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang kini menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Tokoh Bisnis Ternama Turut Mendukung
Di antara penandatangan terdapat tokoh-tokoh ternama, seperti mantan penasihat kerajaan Jonathon Porritt CBE, konsultan keberlanjutan Adam Garfunkel, pendiri House of Hackney Frieda
Gormley, mantan CEO Unilever Paul Polman, serta pengusaha makanan organik Geetie Singh-Watson MBE.
Mereka menegaskan akan mendukung pemerintah Inggris dalam refleksi kebijakan dan aksi berkelanjutan.
Selain itu, mereka juga berjanji meninjau kembali operasi, rantai pasokan, dan aliran keuangan perusahaan agar tidak berkontribusi pada pelanggaran HAM.
“Bisnis tidak dapat berhasil di masyarakat yang hancur. Saatnya para pemimpin bisnis bersuara dan menggunakan pengaruh kami untuk menegakkan hukum internasional,” tegas Paul Polman dikutip dari Al Jazeera.
Seruan Moral dan Kemanusiaan
Adam Garfunkel, yang memiliki latar belakang keluarga korban Holocaust, menekankan bahwa penganiayaan atas dasar identitas etnis tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun.
“Keluarga saya adalah korban Holocaust. Dari pengalaman itu, saya yakin setiap orang memiliki hak asasi manusia dan tidak boleh diperlakukan tidak adil, di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Krisis Gaza Kian Memburuk
Sejak 7 Oktober 2023, agresi Israel ke Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan lebih dari 60.000 orang dalam 22 bulan. Serangan berkelanjutan itu disebut melanggar prinsip Konvensi Jenewa dan dinilai sebagai bentuk genosida.
Jonathon Porritt menambahkan, “Situasi ini kini benar-benar tidak dapat ditoleransi. Secara spesifik, ini adalah genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.”
Tekanan Global terhadap Israel
Seruan dari kalangan bisnis ini memperkuat tekanan internasional agar Inggris mengambil peran lebih aktif menghentikan kekerasan di Gaza.
Mereka menegaskan bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk mendukung pemeliharaan hak asasi manusia di negara tempat mereka beroperasi.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan