Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Luar Angkasa Jadi Medan Perang! China-Jepang di Ambang Konflik Teknologi Tinggi

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 31 Juli 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi perang di kuar angkasa.
Ilustrasi perang di kuar angkasa.

RADAR SURABAYA — Ketegangan antar dua kekuatan besar Asia, Tiongkok dan Jepang, kembali memanas—kali ini terkait tuduhan militerisasi luar angkasa.

Pemerintah Tiongkok secara tegas membantah tuduhan dari Jepang yang menyebut Beijing menjadikan luar angkasa sebagai medan perang.

“Kami mendesak Jepang untuk berhenti membesar-besarkan isu-isu terkait Tiongkok serta berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan di bidang keamanan militer,” ujar Juru Bicara

Kementerian Pertahanan Tiongkok, Zhang Xiaogang, dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (30/7).

Sikap keras Tiongkok muncul sebagai respons atas pedoman pertahanan luar angkasa yang baru saja diluncurkan oleh Jepang, Senin (28/7).

Dokumen itu menegaskan bahwa luar angkasa telah menjadi "medan pertempuran baru" dan menyebut Tiongkok serta Rusia sebagai aktor utama dalam "militerisasi luar angkasa yang semakin maju."

Jepang Siapkan Satelit Pengawal

Sebagai bentuk antisipasi terhadap apa yang mereka sebut sebagai "ancaman", Kementerian Pertahanan Jepang merancang pengembangan satelit pengawal untuk melindungi aset mereka di luar angkasa.

Jepang juga mendorong kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam mengembangkan teknologi mutakhir di bidang luar angkasa.

Selain itu, strategi informasi dan komunikasi generasi mendatang turut diluncurkan. Strategi ini bertujuan membangun jaringan canggih yang memungkinkan komunikasi berkapasitas besar

secara real-time dan pemrosesan data tingkat lanjut. Infrastruktur tersebut ditargetkan siap pada tahun fiskal 2029.

China: Justru Jepang yang Ekspansif

Zhang menyebut bahwa Jepang sendirilah yang semakin agresif dalam mengembangkan kekuatan luar angkasa.

Ia menuding Jepang menggunakan alasan pertahanan untuk mengembangkan dan menyebarkan senjata luar angkasa, serta menjalin kerja sama militer yang erat dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

“Tiongkok dengan tegas menolak tuduhan fitnah Jepang terhadap kami. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang justru semakin memperluas kerja sama militer dengan Barat dan menempuh jalan ekspansi militer,” tegasnya.

Menurut Zhang, tindakan Jepang justru memunculkan kekhawatiran baru di kawasan Asia, terutama terkait kebangkitan kembali militerisme Jepang di mata negara-negara tetangga.

“Kami meminta Jepang agar membangun kepercayaan dengan negara-negara tetangganya melalui tindakan nyata, bukan retorika sepihak,” tambahnya.

Uji Coba Satelit Pembunuh?

Pedoman Jepang juga menyoroti aktivitas Tiongkok dan Rusia yang disebut telah melakukan uji coba pertemuan dan kedekatan satelit, yang dinilai sebagai bagian dari pengembangan teknologi "satelit pembunuh".

Meski tidak dijelaskan secara rinci, Jepang menyatakan tengah membangun kapabilitas untuk mengganggu fungsi komando dan komunikasi militer musuh dari luar angkasa.

Uji coba sistem komunikasi dan teknologi luar angkasa ini direncanakan mulai dilakukan pada tahun fiskal 2029.

Luar Angkasa: Medan Perang Baru Asia

Persaingan geopolitik di luar angkasa kian terasa nyata. Dengan masing-masing negara saling tuding soal militerisasi dan pengembangan senjata antariksa, kawasan Asia berpotensi memasuki era baru rivalitas strategis — bukan hanya di darat dan laut, tetapi juga di orbit.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Tiongkok #China #perang bintang #Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok #satelit pengawal #jepang #Zhang Xiaogang