Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekitar 100 Ribu Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Brutal Zionis Israel

Lambertus Hurek • Minggu, 29 Juni 2025 | 01:29 WIB
Reruntuhan bangunan di Gaza Palestina akibat gempuran Israel.
Reruntuhan bangunan di Gaza Palestina akibat gempuran Israel.

RADAR SURABAYA - Jumlah korban jiwa akibat agresi militer Israel di Gaza terus melonjak. Harian Haaretz, Jumat (27/6), melaporkan bahwa sekitar 100 ribu warga Palestina tewas sejak perang dimulai Oktober 2023. Angka itu setara dengan empat persen dari total populasi di wilayah kantong Palestina tersebut.

Data ini berbeda jauh dari catatan resmi Kementerian Kesehatan Gaza yang menyebutkan 56.300 korban jiwa. Haaretz menjelaskan, tingginya angka kematian bukan hanya akibat serangan langsung, tetapi juga karena dampak tidak langsung seperti kelaparan, penyakit, dan musim dingin, di tengah lumpuhnya sistem layanan kesehatan di Gaza.

Laporan itu menyebutkan bahwa meski banyak pihak di Israel membantah angka tersebut, sejumlah pakar internasional justru menganggap data itu dapat dipercaya. Bahkan kemungkinan angka sebenarnya lebih tinggi.

Salah satu pakar yang dikutip adalah Profesor Michael Spagat, ekonom dari Royal Holloway, Universitas London, yang dikenal sebagai ahli global dalam analisis kematian akibat konflik bersenjata. Spagat dan timnya melakukan survei terhadap 2.000 rumah tangga di Gaza, mewakili hampir 10 ribu jiwa.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hingga Januari 2025, sekitar 75.200 orang di Gaza tewas akibat kekerasan, mayoritas disebabkan oleh serangan militer Israel. Dari jumlah itu, 56 persen adalah anak-anak dan perempuan.

Haaretz menulis bahwa angka tersebut sangat tinggi jika dibandingkan konflik lain sejak Perang Dunia II. Spagat menyebut perang di Gaza sebagai salah satu konflik paling berdarah pada abad ke-21.

Meski jumlah korban tewas secara absolut lebih besar di Suriah, Ukraina, dan Sudan, Gaza menempati posisi tertinggi dalam hal rasio korban sipil terhadap kombatan serta tingkat kematian dibanding jumlah populasi.

Dalam hal proporsi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban, Gaza mencatat angka lebih dari dua kali lipat dibanding konflik besar lainnya. Di Kosovo angkanya mencapai 20 persen, Ethiopia utara 9 persen, Suriah 20 persen, dan Sudan 23 persen.

“Saya kira sekitar empat persen dari populasi di Gaza telah tewas,” kata Spagat. “Saya tidak yakin ada konflik lain di abad ke-21 dengan angka setinggi itu.” (*)

Editor : Lambertus Hurek
#palestina #Haaretz #Israel #Jalur Gaza #korban palestina #palestina - israel