RADAR SURABAYA — Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan melalui platform X bahwa Iran tidak berniat melanjutkan serangan balasan jika Israel menghentikan “agresi ilegalnya” terhadap Iran sebelum pukul 04.00 waktu Teheran.
Batas waktu itu kini telah lewat, namun belum ada tanda-tanda penghentian serangan dari pihak Israel.
"Israel yang memulai perang terhadap Iran, bukan sebaliknya," tegas Araghchi. Ia menegaskan bahwa belum ada kesepakatan resmi terkait gencatan senjata, namun keputusan akhir akan diumumkan kemudian.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance dalam wawancara dengan Fox News mengklaim serangan udara AS telah menghancurkan kemampuan Iran untuk membangun senjata nuklir.
"Iran tidak akan mampu lagi memperkaya uranium seperti sebelumnya. Pesan jelas telah dikirim: pesawat tempur AS bisa menjangkau wilayah Iran kapan pun," ucap Vance.
Pernyataan Vance muncul di tengah ketegangan tinggi dan rumor gencatan senjata yang belum dikonfirmasi oleh Iran maupun Israel. Amerika Serikat tampaknya berusaha menegaskan posisinya sebagai kekuatan dominan, sementara Iran masih menunggu keputusan akhir mengenai kelanjutan operasi militernya. (*)
Editor : Lambertus Hurek