RADAR SURABAYA – Krisis Timur Tengah semakin memanas setelah Iran secara terbuka berjanji akan mengobarkan perang terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan keras ini muncul setelah serangan terhadap tiga fasilitas nuklir penting Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Iran Tuduh AS Langgar Kedaulatan
Jenderal Abdolrahim Mousavi menyebut serangan AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Iran.
Ia menyatakan militer Iran kini “bebas bertindak” terhadap kepentingan AS dan Israel, seraya menuding Washington telah secara resmi “masuk dalam medan perang”.
Gelombang Rudal dan Drone Iran Hantam Israel
Militer Iran menanggapi dengan menembakkan puluhan rudal dan drone bunuh diri ke Israel.
Serangan ini menyasar beberapa wilayah strategis seperti Ashdod dan Lachish, memicu sirene peringatan di seluruh negeri.
Israel Balas dengan Serangan Udara Besar-Besaran
Militer Israel membalas dengan menggempur sedikitnya enam bandara di Iran, termasuk Bandara Mehrabad di Teheran.
Serangan ini merusak fasilitas militer penting seperti bunker, pesawat tempur, dan lokasi peluncuran rudal.
Ratusan Korban Tewas, Mayoritas Warga Sipil
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 400 korban jiwa, mayoritas warga sipil. Sementara otoritas Israel menyebut setidaknya 24 orang tewas akibat serangan Iran.
Iran Pertimbangkan Tutup Selat Hormuz dan Keluar dari NPT
Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz dan keluar dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT). Parlemen Iran juga membuka opsi menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Kelompok Houthi dan Rusia Turut Bereaksi
Kelompok Houthi di Yaman bersumpah akan melanjutkan serangan maritim jika AS membantu Israel.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menemui Presiden Rusia Vladimir Putin, berharap ada dukungan nyata di Dewan Keamanan PBB.
Media Iran: “Kheibar Shekan Membakar Israel”
Media Iran memberikan dukungan penuh atas balasan militer negaranya. Keyhan menulis tajuk utama: “Kheibar Shekan Iran Membakar Israel”, sementara Ham-Mihan menggambarkan Trump sebagai iblis yang memicu perang.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan