RADAR SURABAYA - Israel kembali menyerang Iran dengan menewaskan Ali Shadmani, panglima militer tertinggi Iran yang baru diangkat empat hari lalu. Shadmani, yang menjadi ajudan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, dibunuh dalam serangan udara di pusat komando Tehran.
Ini adalah kelanjutan dari operasi Israel sejak Jumat (14/6) yang telah menewaskan sejumlah petinggi militer Iran, termasuk Hossein Salami (Komandan IRGC) dan Mohammad Bagheri (Kepala Staf Angkatan Bersenjata).
Sementara itu, Iran membalas dengan meluncurkan 30 rudal ke Israel, meski sebagian besar berhasil ditangkis. Satu rudal menghantam area parkir dekat Tel Aviv.
Presiden AS Donald Trump membantah laporan bahwa dirinya mengupayakan gencatan senjata. "Ini berita palsu. Jika Iran ingin berunding, mereka tahu caranya," tulisnya di Truth Social.
Intelijen Israel mengindikasikan serangan akan diperluas ke wilayah lain di Iran. "Kami akan membuka front baru," kata Mayor Jenderal Shlomi Binder.
Korban jiwa di Israel masih relatif rendah (21 orang), tetapi ratusan terluka. Layanan medis darurat membuka pusat donor darah untuk mengatasi kekurangan stok.
Analis militer menyebut strategi Israel mirip dengan operasi di Lebanon dan Gaza: menargetkan pemimpin serta penggantinya untuk mengacaukan komando musuh. Sejauh ini, Israel mengklaim telah menghancurkan 30% rudal balistik Iran.
Ketegangan diperkirakan terus meningkat seiring eskalasi serangan kedua belah pihak. (*)
Editor : Lambertus Hurek