RADAR SURABAYA — Pastor Markus Solo Kewuta SVD, imam asal Flores Timur yang kini menjabat sebagai staf ahli di Takhta Suci Vatikan, memberikan tanggapannya atas terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik menggantikan Paus Fransiskus.
Dalam pernyataan tertulisnya dari Vatikan, Pastor Markus menyampaikan kesan pribadinya terhadap Paus Leo XIV yang sebelumnya menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup di Vatikan selama dua tahun terakhir.
“Saya sering melihatnya pagi hari antara pukul 07.00 hingga 07.30 berjalan kaki dari Vatikan menuju biara Augustinianum, tempat tinggalnya yang berada di samping Vatikan,” ujarnya.
Menurut Pastor Markus, Paus Leo XIV dikenal sebagai pribadi sederhana dan pendiam. “Beliau berpostur agak pendek, sekitar 1,75 meter, bertubuh kecil, dan tidak banyak bicara. Kami sering saling menyapa dari kejauhan, namun belum pernah berbicara langsung,” katanya.
Ia menilai pemilihan Paus Leo XIV merupakan keputusan yang baik. “Beliau dikenal sebagai pribadi rendah hati, sosial, dan berpihak pada kebenaran. Dalam hal-hal gerejawi, beliau dikenal bersikap moderat dan terbuka terhadap dunia.”
Pastor Markus juga menyoroti kutipan dari Santo Agustinus yang digunakan Paus baru tersebut dalam sambutannya: “Bersamamu saya adalah seorang Kristiani, untukmu saya adalah uskup.” Menurutnya, kutipan ini mencerminkan semangat sinodalitas, yakni Gereja yang berjalan bersama dalam persatuan.
Pemilihan nama Leo XIV juga dinilai sarat makna. “Nama ini mengingatkan kita pada Paus Leo XIII, tokoh awal abad ke-19 yang sangat berkomitmen terhadap ajaran sosial Gereja, sebagaimana tampak dalam ensiklik Rerum Novarum. Saya melihat kesinambungan haluan dengan Paus Fransiskus, meski tentu akan muncul aksen-aksen baru.”
Pastor Markus juga menilai pidato singkat Paus Leo XIV dari balkon Basilika Santo Petrus sangat kuat dalam pesan perdamaian. “Kata ‘perdamaian’ disebutkannya berulang-ulang. Saya percaya perjuangan beliau ke depan dalam isu perdamaian akan sangat kuat.”
Soal kemampuan bahasa, Paus Leo XIV dinilai sangat mumpuni. Selain bahasa Inggris sebagai bahasa ibunya, ia fasih berbahasa Italia, Spanyol, dan Latin. “Bahasa Italianya sangat baik dan nyaris tanpa aksen Amerika,” tambah Pastor Markus. (*)
Editor : Lambertus Hurek