RADAR SURABAYA — Hari pertama konklaf yang digelar untuk memilih paus baru pengganti Paus Fransiskus berakhir tanpa hasil. Asap hitam mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada pukul 21.00 waktu Roma, menandakan belum terpilihnya Paus ke-267.
Sebanyak 133 kardinal dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Vatikan untuk mengikuti proses pemilihan yang dimulai hari ini, Rabu (7/5). Prosesi resmi dimulai dengan pengucapan "Extra omnes" — yang berarti "Semua keluar" — sebelum pintu Kapel Sistina ditutup dan para kardinal memasuki masa isolasi penuh untuk melakukan pemungutan suara.
Konklaf akan dilanjutkan pada Kamis pagi pukul 10.30 waktu setempat. Para kardinal pemilih akan kembali melakukan sesi pemungutan suara hingga mencapai hasil yang sah: dua pertiga suara untuk satu kandidat.
Berdasarkan pengalaman dua konklaf sebelumnya, proses pemilihan biasanya berlangsung selama dua hari setelah melalui tiga atau empat kali pemungutan suara. Namun, pada tahun 1978, saat memilih Paus Yohanes Paulus II, konklaf berlangsung hingga tiga hari lamanya.
Pemilihan ini dilakukan menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April lalu. Seluruh dunia kini menantikan siapa yang akan melanjutkan takhta St. Petrus sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma. (*)
Editor : Lambertus Hurek