Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Donald Trump Dikecam Usai Unggah Gambar AI Dirinya Sebagai Paus, Dianggap Melecehkan Katolik

Lambertus Hurek • Senin, 5 Mei 2025 | 02:07 WIB
Gambar AI Presiden AS Donald Trump berbusana ala Paus mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan Katolik. (IST)
Gambar AI Presiden AS Donald Trump berbusana ala Paus mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan Katolik. (IST)

RADAR SURABAYA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi. Kali ini, ia dikritik keras setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dalam balutan pakaian Paus.

Unggahan tersebut muncul di tengah suasana duka umat Katolik atas wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April lalu. Saat ini, umat Katolik tengah bersiap menyambut pemilihan Paus baru melalui proses konklaf di Vatikan yang dijadwalkan mulai Rabu pekan ini.

Dalam gambar yang dibagikan akun media sosial resmi Gedung Putih pada Jumat (3/5) malam waktu setempat, Trump terlihat mengenakan jubah putih khas Paus, lengkap dengan mitra (topi berbentuk runcing), salib besar di leher, dan satu jari yang terangkat, seolah sedang memberikan berkat.

Namun, gambar itu langsung memicu kemarahan. Konferensi Katolik Negara Bagian New York mengecam keras unggahan tersebut.

“Tidak ada yang lucu atau cerdas dari gambar ini, Tuan Presiden,” tulis organisasi yang mewakili para uskup di New York itu lewat platform X (dulu Twitter).

“Kami baru saja menguburkan Paus Fransiskus yang kami cintai, dan para kardinal akan segera memasuki konklaf yang sakral untuk memilih penerus Santo Petrus. Jangan menghina kami,” lanjut pernyataan tersebut.

Trump sendiri beberapa hari sebelumnya sempat melontarkan candaan kepada awak media, “Saya ingin jadi Paus,” ujar dia sambil tertawa.

Tak hanya dari dalam negeri, kecaman juga datang dari tokoh internasional. Mantan Perdana Menteri Italia yang berhaluan kiri, Matteo Renzi, menyebut unggahan Trump sebagai bentuk penghinaan terhadap umat beriman.

“Gambar ini menyinggung umat beragama, melecehkan institusi, dan menunjukkan bahwa pemimpin dunia sayap kanan senang bertingkah seperti badut,” tulis Renzi dalam bahasa Italia di X.

Sementara itu, Vatikan belum memberikan komentar resmi. Juru bicara Matteo Bruni menolak menjawab pertanyaan soal unggahan Trump dalam jumpa pers dengan wartawan pada Sabtu (4/5).

Di sisi lain, Gedung Putih membantah bahwa Presiden Trump bermaksud menghina.

“Presiden Trump terbang ke Italia untuk memberi penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus dan menghadiri pemakamannya. Beliau telah lama menjadi pembela umat Katolik dan kebebasan beragama,” kata Juru Bicara Karoline Leavitt. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#donald trump #paus fransiskus #paus baru #gambar ai