Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pertemuan Trump dan Zelensky di Vatikan Curi Perhatian Dunia, Dorong Negosiasi Akhiri Perang

Lambertus Hurek • Minggu, 27 April 2025 | 02:17 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan diskusi serius di Vatikan. (IST)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan diskusi serius di Vatikan. (IST)

RADAR SURABAYA — Dunia internasional dikejutkan oleh pertemuan mendadak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela-sela upacara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada Sabtu pagi waktu Roma.

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar 15 menit ini menjadi sorotan karena dinilai sebagai langkah penting Trump untuk menekan Rusia dan Ukraina agar segera memulai negosiasi guna mengakhiri perang yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Keduanya bertemu secara tertutup, tanpa kehadiran delegasi penuh, dan menurut keterangan resmi, pembicaraan berlangsung sangat produktif.

Presiden Zelensky, melalui unggahan di media sosial, menyebut pertemuan tersebut sebagai baik dan penuh harapan.

"Kami membahas banyak hal secara langsung. Berharap ada hasil dari semua yang kami bahas," tulis Zelensky.

"Melindungi nyawa rakyat kami. Gencatan senjata penuh dan tanpa syarat. Perdamaian yang dapat diandalkan dan bertahan lama yang akan mencegah perang lain pecah. Pertemuan yang sangat simbolis dan berpotensi menjadi bersejarah, jika kita mencapai hasil bersama."

Seorang juru bicara Gedung Putih yang mendampingi Trump membenarkan adanya pertemuan tersebut, dan menggambarkannya sebagai momen penuh semangat dan berorientasi pada solusi.

Pertemuan ini adalah kontak tatap muka pertama antara Trump dan Zelensky sejak insiden diplomatik di Gedung Putih pada Februari lalu, ketika Zelensky secara terbuka ditegur karena dinilai kurang berterima kasih atas dukungan militer dan intelijen dari Amerika Serikat — yang kemudian sempat dihentikan sementara. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#donald trump #Rusia #vatikan #zelensky #Pemakaman Paus Fransiskus #ukraina #perang