RADAR SURABAYA – Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya pelanggaran hukum internasional yang terjadi dalam berbagai konflik di dunia, terutama serangan terhadap warga sipil dan tenaga medis kemanusiaan.
Dalam pernyataannya kepada media di sela-sela acara Vatican Longevity Summit di Augustinianum, Kardinal Parolin menegaskan bahwa dunia sedang menghadapi krisis moral yang serius, di mana aturan-aturan kemanusiaan yang seharusnya dihormati kini diabaikan secara sistematis.
"Pengeboman terhadap warga sipil, pembunuhan pekerja kemanusiaan – ini semua adalah tindakan yang jelas-jelas melanggar hukum kemanusiaan internasional. Namun, dewasa ini, tak ada lagi penghormatan terhadap hukum tersebut. Inilah salah satu keterbatasan besar zaman ini," ujar Kardinal Parolin dengan nada prihatin.
Pernyataan ini sejalan dengan seruan Paus Fransiskus dalam doa Angelus sehari sebelumnya, di mana ia mengecam kekerasan yang terus meningkat di Gaza. Paus menyerukan penghentian segera serangan brutal yang telah merenggut banyak nyawa tak berdosa dan menghambat bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Israel menanggapi pernyataan Paus melalui akun resminya di platform X, dengan menegaskan bahwa mereka beroperasi sesuai dengan hukum internasional.
Namun, Vatikan menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas medis, petugas kemanusiaan, serta warga sipil yang tak bersenjata bertentangan dengan prinsip dasar hukum perang dan martabat manusia.
Vatikan juga telah berkomunikasi dengan Palang Merah Internasional yang menyampaikan situasi yang semakin memburuk di lapangan.
Menurut Kardinal Parolin, organisasi kemanusiaan kini menghadapi tantangan besar dalam menjalankan tugas mereka akibat meningkatnya intensitas serangan dan kurangnya jaminan perlindungan bagi para relawan.
"Gereja akan terus bersuara untuk keadilan dan perdamaian. Kami menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk menghentikan kekerasan dan mencari jalan dialog. Dunia membutuhkan perdamaian, bukan pembantaian," tegas Kardinal Parolin.
Pernyataan ini mempertegas sikap Vatikan dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional yang kini semakin diabaikan di berbagai konflik global. (*)
Editor : Lambertus Hurek