Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Coca-Cola Tarik Produk di Eropa: Pentingnya Memahami Dampak Klorat dalam Minuman

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 28 Januari 2025 | 16:09 WIB
Coca-Cola menarik produknya di Eropa terutama di Belgia,  Belanda, dan Luksemburg.
Coca-Cola menarik produknya di Eropa terutama di Belgia, Belanda, dan Luksemburg.

RADAR SURABAYA- Coca-Cola telah melakukan penarikan beberapa produk minumannya di beberapa negara Eropa setelah ditemukan kadar bahan kimia klorat yang lebih tinggi dari batas aman.

Penarikan ini berfokus di negara-negara Belgia, Luksemburg, dan Belanda. Perusahaan mengonfirmasi bahwa hanya lima lini produk yang dikirim ke Inggris, dan semua produk tersebut telah terjual.

Produk yang terpengaruh mencakup merek terkenal seperti Coca-Cola, Fanta, Sprite, Tropico, dan Minute Maid.

Penarikan ini diungkapkan oleh cabang operasional Coca-Cola di Belgia, yang bertanggung jawab atas distribusi internasional.

Klorat, yang bisa terbentuk saat disinfektan berbasis klorin digunakan dalam pengolahan air dan makanan, menjadi penyebab masalah ini.

Menurut juru bicara perusahaan, "Analisis dari ahli independen menyimpulkan bahwa risiko terkait konsumsi produk ini sangat rendah."

Coca-Cola juga menambahkan bahwa mereka belum menerima keluhan konsumen di Inggris Raya dan telah memberitahukan pihak berwenang tentang penarikan ini. Perusahaan berjanji untuk terus bekerja sama dengan otoritas terkait.

Produk yang terpengaruh mencakup sejumlah kecil kaleng impor dengan kode produksi 328 GE hingga 338 GE, yang dapat ditemukan di bagian bawah kaleng.

Produk yang terdampak termasuk Appletiser, Coca-Cola Original Taste, Coca-Cola Zero Sugar, Diet Coke, dan Sprite Zero.

Anne Gravett dari Badan Standar Makanan (FSA) mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait masalah ini.

"Jika kami menemukan makanan yang tidak aman, kami akan segera menariknya dari peredaran dan memberi tahu konsumen," ujarnya.

Paparan klorat dalam kadar tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan tiroid, yang berisiko lebih tinggi pada anak-anak dan bayi.

Menurut ahli gizi Caron Grazette, "Kita perlu mempertanyakan apakah kita ingin mengonsumsi bahan kimia yang juga digunakan dalam produksi kembang api dan disinfektan, meskipun dalam jumlah kecil."

Klorat yang terkandung dalam produk-produk Coca-Cola ditemukan melalui pengujian rutin di fasilitas produksi perusahaan di Ghent, Belgia.

Sebagian besar produk yang tidak terjual sudah ditarik dari rak, dan Coca-Cola sedang dalam proses menarik sisa produk lainnya.

Sebagai tanggapan, perusahaan menegaskan bahwa kualitas dan keamanan produk tetap menjadi prioritas utama.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#bahan kimia #tarik produk #Belanda #eropa #coca cola #klorin