Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

TikToker sekaligus Pejuang Kanker Cantik Ini Gelar Pemakaman untuk Tangannya yang Diamputasi

Jay Wijayanto • Minggu, 26 Januari 2025 | 17:25 WIB
Momen pemakaman tangan tikToker dan selebgram Eldiara Doucette.
Momen pemakaman tangan tikToker dan selebgram Eldiara Doucette.

RADAR SURABAYA-Seorang TikToker pejuang kanker, Eldiara Doucette atau yang dikenal dengan nama Semi Bionic Barbie menggelar pemakaman tangannya yang telah diamputasi.

Melalui unggahan video pada akun TikTok pribadinya @semibionicbarbie pada (15/1/2025), nampak gadis berusia 22 tahun dengan balutan dress hitam lengkap dengan veil hitam di kepalanya itu, berjalan menuju tempat persemayaman “jenazah” tangannya yang ia posisikan di atas kasur dengan gelang rangkaian bunga yang melingkari.

Eldiara baru pertama kali melihat tangannya, sehingga sedikit terkejut dan tidak bisa berkata-kata. Ia kemudian memegang “jenazah” tangannya untuk terakhir kalinya.

“My first look at my amputated arm (pertama kali melihat tanganku yang telah diamputasi),” “literal shock (benar-benar terkejut),” tulis Eldiara dalam video tersebut.

Dalam video berdurasi 1:00 itu terlihat teman-teman dan kerabat dekatnya turut hadir dalam pemakaman tangan tersebut. Bahkan, Eldiara juga menginformasikan bahwa dalam menggelar acara ini, ia dibantu oleh ibu dari pacarnya.

“Utilized my free will and had a memorial for my arm that I lost to cancer,” tulis Eldiara pada keterangan unggahan video di TikTok. 

Sebelumnya, Eldiara memang rajin membagikan cerita pengalaman mengenai perjuangannya melawan kanker. Ia diagnosa soft tissue cancer sejenis kanker yang langka pada usia 16 tahun. Sejak saat itu, ia merasakan sakit luar biasa yang progresif pada lengannya.

Hingga pada 8 Oktober 2024 lalu, dokter memutuskan Eldiara harus menjalani amputasi lengan kanan dominannya sebagai salah satu rangkaian pengobatan. 

Menurutnya, menggelar pemakaman “tangan” ini merupakan cara simbolis yang dapat membantu dirinya beradaptasi. Eldiara tidak menyangka bahwa ide yang awalnya ia anggap konyol ternyata menjadi pengalaman katarsis (pelepasan emosi yang intens) yang berharga.(vio/jay) 

Editor : Jay Wijayanto