Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Paus Fransiskus Kritik Rencana Deportasi Imigran Donald Trump, Sebut Sebagai "Aib"

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 20 Januari 2025 | 16:39 WIB
Paus Fransiskus memimpin doa di Vatikan pada 19 Januari 2025. Simone Risoluti/Vatican Media/Reuters
Paus Fransiskus memimpin doa di Vatikan pada 19 Januari 2025. Simone Risoluti/Vatican Media/Reuters

RADAR SURABAYA - Paus Fransiskus mengkritik keras rencana Presiden terpilih AS, Donald Trump, untuk mendeportasi imigran ilegal, menyebutnya sebagai sebuah “aib.”

Dalam sebuah wawancara televisi Italia, Paus ditanya mengenai kebijakan pemerintahan Trump yang akan datang, yang berencana mengusir imigran gelap melalui serangkaian perintah eksekutif imigrasi yang agresif.

Trump, yang dijadwalkan dilantik pada hari Senin ini berkomitmen untuk menegakkan kebijakan ini.

"Jika itu benar, itu akan menjadi aib, karena itu membuat orang-orang malang yang tidak punya apa-apa menjadi lebih terpinggirkan.

Itu tidak akan berhasil. Ini bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah," kata Paus Fransiskus dalam wawancara yang disiarkan pada hari Minggu.

Selama kepemimpinannya, Paus Fransiskus telah menjadikan isu imigrasi sebagai prioritas utama, menyerukan agar para migran diterima dengan baik dan diintegrasikan ke dalam masyarakat.

Isu ini juga sangat pribadi baginya, mengingat latar belakang keluarganya yang sempat berencana berhijrah dari Italia ke Argentina pada tahun 1927, sebelum kapal mereka tenggelam dalam perjalanan.

Paus juga mengisyaratkan bahwa ia akan tetap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump, seperti yang terlihat pada pengangkatan Kardinal Robert McElroy sebagai Uskup Agung Washington DC yang baru.

McElroy sebelumnya menggambarkan deportasi massal imigran sebagai "bertentangan dengan ajaran Katolik."

Kritik serupa datang dari Kardinal Blase Cupich dari Chicago pada hari Minggu.

Paus Fransiskus pernah menyatakan bahwa Donald Trump “bukan seorang Kristen” pada 2016, merujuk pada pandangan anti-imigrasi Trump.

Pernyataan ini disampaikan Paus dalam wawancara dengan acara bincang-bincang "Che Tempo Che Fa" yang disiarkan di Nove, bagian dari grup Warner Bros. Discovery, yang juga memiliki CNN.

Selain itu, Paus mengumumkan penunjukan Suster Raffaella Petrini sebagai Presiden Komisi yang mengatur Negara Kota Vatikan.

Petrini, yang akan mulai menjabat pada bulan Maret, merupakan pemimpin perempuan pertama yang memegang posisi ini, sebuah langkah yang mencerminkan kebijakan inklusif Paus.

Dalam wawancara yang sama, Paus juga menyebutkan bahwa lengannya, yang sebelumnya cedera setelah jatuh, kini mulai bergerak dengan lebih baik, menunjukkan pemulihan pasca-cedera.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#donald trump #paus fransiskus #imigran ilegal #kardinal #vatikan #Kardinal Robert McElroy