Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lima Orang Tewas dan Ribuan Warga Dievakuasi Akibat Kebakaran di California Amerika Serikat

Nurista Purnamasari • Kamis, 9 Januari 2025 | 23:08 WIB

 

Situasi kebakaran hutan dan lahan di Los Angeles County.
Situasi kebakaran hutan dan lahan di Los Angeles County.

RADAR SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Kali ini karhutla besar terjadi di tiga wilayah Los Angeles County.

Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles County, Anthony Marrone menjelaskan bahwa dalam bencana ini sedikitnya lima orang dan membuat puluhan ribu warga dievakuasi.

Kebakaran dahsyat di Palisades disebabkan oleh angin di Pacific Palisades yang terjadi pada Selasa (7/1), menyebar ke area seluas 15.000 hektare pada Rabu (8/1) tanpa bisa dikendalikan.

Kobaran api menghancurkan sekitar 1.000 bangunan, termasuk banyak rumah mewah yang dibangun di antara Pegunungan Santa Monica dan Samudra Pasifik, dan memaksa ribuan orang mengungsi dengan peringatan evakuasi baru yang dikeluarkan untuk Malibu.

Di sebuah komunitas kaya yang terletak 32 kilometer di sebelah barat pusat kota Los Angeles, banyak bangunan-bangunan ikonis termasuk museum Getty Villa nan mewah yang memamerkan barang-barang antik Yunani dan Romawi, serta Eames House yang bergaya modern abad pertengahan, terancam oleh kebakaran.

Kemudian kebakaran Eaton, yang terjadi pada Selasa malam waktu setempat, melalap area seluas lebih dari 10.000 hektare di dekat Altadena dan Pasadena, dua kota tetangga Los Angeles.

“Kebakaran di wilayah ini menewaskan dua orang dan melukai banyak orang lainnya,” ujar Marrone.

Sementara itu, kebakaran Hurst, yang menyebar dengan cepat saat angin kencang semalaman di Sylmar, menghanguskan area seluas 202 hektare pada Rabu.

Pihak otoritas mengatakan bahwa situasi karhutla yang berbahaya di California Selatan itu terjadi akibat adanya kombinasi angin kencang, kelembapan relatif sangat rendah dan vegetasi kering saat angin dan embusan angin yang sangat kuat, yakni hingga 160 km per jam, dilaporkan semalaman.

Peringatan darurat Situasi yang Sangat Berbahaya (Particularly Dangerous Situation) akan tetap berlaku di seluruh wilayah tersebut hingga Kamis (9/1) sore waktu setempat dan peringatan angin kencang akan tetap berlaku hingga Rabu malam.

Southern California Edison yang mengelola jaringan listrik di California Selatan mengatakan pada Rabu pagi, puluhan pemadaman listrik di berbagai county di daerah itu menyebabkan hampir 55.000 pelanggan mengalami situasi tanpa listrik.

Gubernur Negara Bagian California, Gavin Newsom telah mengumumkan status darurat atas bencana tersebut, menurut laporan tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada pernyataan Gedung Putih, Kamis (9/1), menyatakan bencana besar di California akibat kebakaran dahsyat yang melanda negara bagian tersebut sejak awal pekan ini.

"Hari ini, Presiden Joseph R. Biden, Jr. menyatakan bahwa bencana besar terjadi di negara bagian California dan memerintahkan bantuan federal untuk mendukung upaya pemulihan pemerintah negara bagian, suku, dan lokal di wilayah terdampak kebakaran hutan dan angin kencang sejak 7 Januari 2025, dan terus berlanjut," ungkap Gedung Putih dalam pernyataannya.

Keputusan ini membuka akses dana bantuan bagi masyarakat yang terdampak di Los Angeles.

"Bantuan dapat berupa hibah untuk tempat tinggal sementara dan perbaikan rumah, pinjaman berbunga rendah untuk menutupi kerugian properti yang tidak diasuransikan, serta program lain untuk membantu individu dan pemilik usaha agar pulih dari dampak bencana," bunyi pernyataan tersebut.

Kerugian dan dampak ekonomi akibat kebakaran hutan di California tersebut diperkirakan mencapai USD 52 - 57 miliar atau sekitar Rp 839,7 triliun hingga Rp 920,4 triliun. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#amerika serikat #Getty Villa #presiden as joe biden #Los Angeles County #kebakaran california