RADAR SURABAYA – Dalam kecelakaan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12) lalu, hanya 2 orang yang selamat dari kejadian tragis itu. Keduanya adalah pramugari pesawat. Sementara 179 penumpang lainnya tewas bersama badan pesawat yang hancur terbakar.
Kedua pramugari itu berhasil selamat setelah dievakuasi dari kecelakaan pesawat yang sangat parah.
Salah seorang korban bermarga Lee, 33, berhasil dievakuasi dalam keadaan tak sadarkan diri. Dia sempat dirawat di rumah sakit Mokpo sebelum akhirnya dipindah ke rumah sakit Universitas Wanita Ewha di Seoul untuk memperoleh perawatan yang lebih intensif.
“Ketika saya bangun, saya sudah diselamatkan di rumah sakit,” kata Lee setelah siuman kepada dokter yang meawatnya, seperti disampaikan oleh direktur RS Universitas Wanita Ewha, Ju Woong, dalam konferensi pers, Senin (30/12).
“Dia sudah dapat berkomunikasi sepenuhnya tanpa tanda-tanda kehilangan ingatan atau gangguan lainnya,” tambahnya.
Lee diagnosis mengalami beberapa patah tulang dan dirawat di unit perawatan intensif. Dia juga berada dalam pengawasan yang ketat karena dikhawatirkan akan ada resiko efek samping serius, termasuk kemungkinan kelumpuhan.
Sementara itu, korban satunya yang bermarga Koo, 25, saat ini menjalani perawatan intensif di Asan Medical Center, Seoul. Dia mengalami cedera pada pergelangan kaki dan kepala, namun kondisiya kini dilaporkan stabil.
Sebelumnya, pesawat Jeju Air yang terbang dari Bangkok, Thailand, pada pukul 02.29 waktu setempat (19.29 UTC) diduga mengalami gangguan karena seekor burung yang tersangkut di mesin pesawat (bird strike).
Pesawat lalu mencoba mendarat dengan perutnya (belly landing) tanpa roda yang sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya.
Lantaran mendarat tanpa roda maka pesawat tidak dapat dikendalikan dan dikurangi kecepatannya. Pesawat akhirnya menabrak dinding beton di dekat landasan hingga kemudian meledak dan terbakar.
Dalam kejadian itu, pesawat dengan nomor flight 7C 2216 tersebut hampir hancur total. Hanya bagian ekor pesawat saja yang masih terlihat jelas bentuknya.
Baca Juga: Biaya Haji 2025: Wamenag Optimis Biaya Perjalanan Ibadah Haji di Bawah Rp 56 Juta
Saat kejadian itu, kedua pramugari yang ditemukan selamat tersebut berada di bagian ekor pesawat nahas tersebut.
Itulah yang menyebabkan kedua pramugari tersebut bisa selamat dari insiden pesawat terburuk di Korea Selatan dalam 2 dekade terakhir itu. (ken/jay)
Editor : Jay Wijayanto