RADAR SURABAYA – Kecelakaan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Korea Selatan, Jeju Air, yang terjadi di Bandara Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korsel, Minggu (29/12) menjadi kabar duka yang mendalam bagi dunia penerbangan di negeri ginseng itu.
Pasalnya, dari 181 orang yang terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak kabin, hanya 2 orang saja yang berhasil selamat dari kejadian mengenaskan itu. Keduanya adalah pramugari pesawat.
Dikutip dari media sosial X akun @shanghaidaily, salah satu penumpang Jeju Air bahkan sempat mengirim pesan ke kerabatnya sebelum akhirnya komunikasi tersebut terputus.
“A heartbreaking revelation: A passenger on Jeju Air flight 7C2216 reportedly messaged their family moments before the crash, saying, “We can’t land because a bird is stuck in the wing.” Their final words were, “Should I leave a last message?” before communication was lost,” tulis @shanghaidaily dalam keterangan unggahan itu, Sabtu (29/12) pukul 12.47 PM.
Dalam unggahanya tersebut, juga menampilkan pesan bersama salah satu penumpang Jeju Air yang mengatakan bahwa pesawat yang ditumpanginya mengalami kendala dan tidak bisa mendarat akibat ada seekor burung yang tersangkut di sayap pesawat.
“Tunggu sebentar,”
“Kita tak bisa mendarat karena ada burung yang tersangkut di sayap,” kata salah satu penumpang tersebut dalam percakapannya di Kakao Talk.
Bahkan salah satu dari 175 penumpang Jeju Air ini pun juga sempat berkeinginan untuk memberikan pesan terakhir sebelum komunikasinya terputus. “Untuk sekarang, haruskah aku membuat pesan terakhir?.”
Hingga berita ini ditayangkan, unggahan tersebut telah diunggah ulang sebanyak 3 ribu kali dan telah dilihat lebih dari satu juta pengguna X serta menuai 12 ribu like. Tak sedikit netizen yang ikut berkomentar berbela sungkawa atas kejadian ini.
“Kita tak akan pernah tahu kapan waktu terakhir akan benar-benar menjadi yang terakhir. “Haruskah aku meninggalkan pesan terakhir” adalah hal yang memilukan,” tulis @suaxxx
“Karena itu adalah pesan terakhir yang akan diingat oleh keluarganya selama sisa hidup mereka,” tulis @Noxxxx
“Berita ini telah mengubah akhir pekan yang damai menjadi suram. Belasungkawa yang tulus dari saya untuk mereka yang telah tiada,” ketik @Zexxxx
Sementara itu, Presiden sementara Korea Selatan, Choi Sang-Mok mengumumkan masa berkabung nasional selama seminggu setelah kejadian tragis itu.
“Pemerintah telah menetapkan periode dari hari ini hingga pukul 00:00 pada hari Sabtu (4/1/2025) sebagai masa berkabung nasional. Altar peringatan bersama akan didirikan di Bandara Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Gwangju, Seoul, Sejong, dan 17 wilayah lain untuk menyampaikan belasungkawa dan duka bagi para korban,” ungkapnya dikutip dari Allkpop, Senin (30/12).
Presiden Choi juga menekankan mengenai pentingnya solidaritas nasional selama masa berkabung.
“Semua kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga publik akan menurunkan bendera setengah tiang, pejabat publik akan mengenakan pita berkabung, dan yang paling utama, keselamatan warga akan jadi prioritas,” tambahnya.
Pemerintah Korsel juga menetapkan Kabupaten Muan, Provinsi Jeolla Selatan, sebagai area bencana khusus prioritas pemerintahan saat ini untuk memberikan dukungan penuh dan bantuan kepada keluarga yang berduka atas kejadian tersebut.
“Kabupaten Muan akan ditetapkan sebagai area bencana khusus. Kami akan memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk upaya pemulihan, bantuan kepada keluarga yang berduka, dan perawatan bagi yang terluka,” terangnya. (ken/jay)
Editor : Jay Wijayanto