Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kecelakaan Pesawat Jeju Air Jadi Duka Nasional Korea Selatan, 179 Orang Tewas dan 2 Pramugari Selamat

Nurista Purnamasari • Senin, 30 Desember 2024 | 15:44 WIB
Penampakan Pesawat Jeju Air yang terbakar dalam kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan.
Penampakan Pesawat Jeju Air yang terbakar dalam kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan.

RADAR SURABAYA – Kecelakaan pesawat Boeing 737-800 Jeju Air yang mengangkut 181 orang di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan menewaskan 179 orang, dan terdapat dua korban yang selamat. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 9:07 pagi waktu setempat.

Pesawat yang berangkat dari Thailand ke Korea Selatan tersebut membawa total 181 orang, terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak kabin.

Dua diantara penumpang merupakan warga negara Thailand, sisanya sebagian besar adalah warga Korea.

Dua korban selamat merupakan awak pesawat (pramugari) yang sudah dibawa ke rumah sakit.

Kepala pusat kesehatan masyarakat setempat menyebut kondisi kedua awak pesawat mengalami luka sedang hingga parah.

Sebelum kecelakaan, otoritas Bandara sempat memberikan peringatan bird strike atau gangguan serangan burung.

Dugaan sementara dari otoritas setempat penyebab kecelakaan Jeju Air adalah akibat serangan burung.

Kecelakaan itu mengakibatkan pesawat mendarat tanpa roda, lalu menabrak dinding beton, kemudian meledak hingga akhirnya kebakaran.

Pesawat Jeju Air hampir hancur total, hanya bagian ekornya yang masih terlihat bentuknya.

"Dari 179 korban tewas, 65 orang telah diidentifikasi," kata badan pemadam kebakaran tentang kecelakaan di Bandara Internasional Muan.

Para pejabat menduga penyebab kecelakaan akibat kegagalan roda saat pendaratan.

Hal itu kemungkinan karena bertabrakan dengan burung sehingga menyebabkan kecelakaan.

Mereka memulai penyelidikan di tempat kejadian untuk menentukan penyebab pastinya.

Berdasarkan video yang ditayangkan oleh stasiun TV lokal menunjukkan pesawat itu berusaha mendarat tanpa roda pendaratan yang terpasang. Pesawat itu tergelincir di tanah, menabrak dinding beton sebelum meledak dan kebakaran.

Menara pengawas Bandara Internasional Muan, Korea Selatan sempat memberikan peringatan bird strike atau gangguan serangan burung sebelum pesawat Jeju Air kecelakaan. Peringatan itu dikeluarkan enam menit sebelum kecelakaan maut terjadi.

Dikutip Yonhap, Minggu (29/12), menurut jumpa pers Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi yang mengawasi keselamatan penerbangan, menara pengawas mengeluarkan peringatan pada pukul 08.57 pagi waktu setempat.

Detik-detik pesawat Jeju Air mendarat tanpa roda sebelum menabrak tembok bandara dan meledak.
Detik-detik pesawat Jeju Air mendarat tanpa roda sebelum menabrak tembok bandara dan meledak.

Pilot pesawat kemudian mengumumkan mayday pukul 8:58 pagi dan berusaha mendarat pada pukul 9 pagi.

Namun tiga menit kemudian pesawat tergelincir pada pukul 9:03 pagi saat mendarat tanpa roda pendaratan.

"Saat mencoba mendarat di landasan pacu No 1, menara kontrol mengeluarkan peringatan serangan burung dan pilot mengumumkan mayday tak lama setelahnya," kata kementerian tersebut.

Para pejabat mengatakan menara kontrol memberikan izin untuk mendarat di arah yang berlawanan di landasan pacu, setelah itu pilot mencoba mendarat hingga melewati landasan pacu dan menabrak dinding.

Presiden sementara Korea Selatan (Korsel) Choi Sang Mok mengumumkan masa berkabung nasional. Masa berkabung nasional itu dilakukan selama tujuh hari.

Pengumuman itu disampaikan dalam rapat darurat yang digelar beberapa jam setelah pesawat yang mengakut 181 orang itu mendarat darurat dan meledak di sebuah bandara di Muan.

Choi menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan

"Kami menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan dari mereka yang kehilangan nyawa dalam tragedi yang tak terduga ini," kata Choi.

Choi juga telah menetapkan Muan sebagai zona bencana khusus. Dia berjanji akan memberikan bantuan untuk keluarga yang ditinggalkan dan memberikan perawatan bagi korban selamat.

"Kami akan memberikan semua bantuan yang diperlukan untuk upaya pemulihan, dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan, dan perawatan medis bagi yang terluka," katanya.

Dikutip dari The Guardian, dua orang kru yang selamat dirawat di Ehwa Womans University Seoul Hospital dan Asan Medical Center.

Direktur Ehwa Womans University Seoul Hospital Ju Woong mengatakan, salah satu dari mereka dibawa ke ruang perawatan intensif (ICU) karena mengalami beberapa patah tulang.

"Ia terbangun dan mendapati dirinya telah diselamatkan," ujar Ju Woong, menirukan ucapan korban kepada dokter, Minggu.

Pria tersebut bernama Lee, ia merupakan awak pesawat. Menurut Ju Woong, Lee bisa berkomunikasi. Ia tidak mengalami tanda-tanda kehilangan ingatan atau semacamnya.

Sementara, korban selamat kecelakaan pesawat Jeju Air lainnya adalah Koo. Perempuan tersebut dirawat di Asan Medical Center. Ia dilaporkan mengalami luka di pergelangan kaki dan kepala, tetapi ia kondisinya stabil. (ynp/bbc/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Jeju Air #thailand #kecelakaan pesawat #Bandara Internasional Muan