Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fenomena Banyak Warung Makan Indonesia di Google Maps Poipet Kamboja, Diduga Jadi Pusat Judi Online

Jay Wijayanto • Kamis, 21 November 2024 | 14:35 WIB
Warung makan Indonesia di Poipet, Kamboja.
Warung makan Indonesia di Poipet, Kamboja.

RADAR SURABAYA – Media sosial dihebohkan dengan unggahan yang menunjukkan banyak warung makan Indonesia terdeteksi di google maps di daerah Poipet, perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

Kemunculan banyaknya warung makan Indonesia di Kamboja membuat netizen menduga bahwa wilayah tersebut menjadi sarang judi online (judol).

Informasi ini pertama kali diunggah oleh akun X @_n0t4lfiaccount pada Minggu (17/11). Pemilik akun melampirkan tangkapan layar google maps di Poipet, Kamboja yang menunjukkan banyak warung makan Indonesia.

Penulisan nama warungnya pun identik dengan penamaan warung-warung makan di Indonesia seperti Angkringan BOS, Arena Angkringan, Pecel Lele Bu Yayuk, Pecel Lele 28, Pecel Lele Srikandi, Pecel Lele Mantul, Bakso Bocil, Bakso 88, RM Padang Jaya, RM Aroma, dan sebagainya.

“Jumlah penjual makanan khas Indo jauh lebih banyak dibanding negara lain. Ada supply karena ada demand, paham pasti kenapa demand itu ada di lokasi tersebut,” tulis pemilik akun di unggahan tersebut.

Jumlah penjual makanan khas Indonesia di daerah tersebut yang lebih banyak dibanding dengan negara lain menjadi tanda tanya besar bagi netizen.

Hal tersebut dikarenakan Kamboja bukanlah tujuan wisata utama di Asia Tenggara, termasuk bagi masyarakat Indonesia. Sehingga netizen penasaran kepentingan apa yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia di Poipet.

Kemudian muncul dugaan bahwa daerah Poipet merupakan pusat judol yang melibatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal tersebut diperkuat dengan perjudian di Kamboja yang dilakukan oleh warga negara asing adalah legal.

“FYI banyak orang indo yg bikin perusahaan judol disana & karyawannya pun hampir semua orang indonesia, kenapa? Karena target pasarnya jg orang indonesia. Di kamboja bisnis judol itu legal, resmi dan berlisensi, bahkan KBRI kamboja pun tahu kalo banyak WNI kerja di perush judol,” tulis akun @bcs***

Netizen bahkan menemukan Komunitas Indo Kamboja di grup Facebook dengan 66 ribu anggota. Komunitas tersebut digunakan sebagai tempat informasi lowongan kerja judol, promosi warung makan Indonesia dan kebutuhan lainnya bagi para pekerja yang tinggal di Poipet.

Fenomena banyaknya warung makan Indonesia di Kamboja menjadi viral di media sosial hingga mendapat 2,7 juta penayangan. Netizen menganggap bahwa pemerintah seolah tutup mata akan kasus ini yang bahkan rakyat biasa bisa melacaknya.

“Semudah itu melacaknya, dan buat pelaku2nya bisa difilter dgn keimigrasian mana yg bener2 kerja resmi mana yg gelap. Yg gelap2 ini langsung aja cabut kewarganegaraan Indonesia dan dicekal masuk permanen, biar sekalian gak bisa pulang ketemu keluarganya lagi,” tulis akun @213***

“Makanya agak aneh klo pemerintah gak tau fenomena semassiv ini, pemerintah itu punya segala resources untuk menghancurkannya klo mau. Tp ya itu, menghancurkan judol ini tuh = menghancurkan pendapatan gede sekelompok orang2 yg kira2 punya jabatan n kuasa di beberapa lini di Indo?” tulis akun @its*** (sas/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#google maps #warung makan indonesia #judi online #kamboja